Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Bangun Budaya Literasi Mahasiswa di Era Gadget

04 September 2019, 17: 42: 07 WIB | editor : Perdana

Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS

Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS

Share this      

Oleh : Suyatmin Waskito Adi, Kabag ACEC- UMS Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS

PERKEMBANGAN perpustakaan era kini mulai mengarah ke perpustakaan digital. tentunya membawa dampak yang sangat besar dalam hal pelayanannya. Kini pustakawan harus dapat melayani berbagai permintaan “baru”, misalnya agar pemustaka mendapatkan akses lebih cepat ke informasi yang dibutuhkan.

Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu pengetahuan yang berkembang secara cepat tidak mungkin lagi dapat dikuasai  melalui proses mendengar atau transisi  dari seseorang. Hampir 80-90 persen pengetahuan berasal dari membaca. Menurut Tilaar (1999), membaca adalah proses memberikan arti kepada dunia. Dengan demikian, masyarakat yang gemar membaca  akan melahirkan generasi  yang belajar (learning society). 

Berikut cara untuk membangun budaya literasi di era gadget. Yakni (1) Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Membaca. Kesadaran akan adanya manfaat sangat penting agar mahasiswa suka membaca. Dengan membaca, mahasiswa akan memperoleh informasi yang lebih banyak dan menyeluruh.

Membaca juga sangat efektif untuk me-recall memori. Beberapa ahli mengatakan, membaca menjauhkan kita dari kerusakan pada sistem syaraf yang salah satu dampaknya adalah penurunan daya ingat. Menumbuhkan kesadaran membaca dapat dimulai dari keluarga. (2) Budayakan Membaca di Kampus. Kampus merupakan sarana pendidikan formal. Hal tersebut sangat berkaitan dengan peran pengajar dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi.

Pengajar menyajikan materi secukupnya, sedangkan mahasiswa yang mengembangkan. Tugas pengajar adalah membimbing pekerjaan mahasiswa agar tepat. (3) Optimalkan Peran Perpustakaan. Peran perpustakaan juga sangat penting untuk meningkatkan gerakan literasi. 

Perpustakaan merupakan gudang buku, sedangkan buku adalah sumber bacaan dan tulisan. Hal yang perlu diperbaiki saat ini adalah memaksimalkan peran perpustakaan untuk membangun budaya literasi.

Misalnya, menambah koleksi buku, memperbaiki tatanan perpustakaan, atau menambah jam kunjungan. Semua upaya tersebut dilakukan agar perpustakaan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. 

Perpustakaan yang harus dioptimalkan tidak hanya yang ada di kampus, tetapi juga di sekolah dan daerah. (4) Biasakan Memberikan Hadiah Berupa Buku. Salah satu hal yang dapat dibiasakan agar tercipta budaya literasi adalah membiasakan memberikan buku sebagai hadiah.

Misalnya, saat dosen melontarkan pertanyaan kepoada mahasiswanya dan ada yang bisa menjawab secara tepat hadiah yang diberikan dapat berupa buku.  Dengan demikian , secara tidak langsung telah mengajak untuk gemar membaca. (5) Bentuklah Komunitas Baca. Komunitas baca merupakan perkumpulan orang-orang yang gemar membaca. Mahasiswa dapat membentuk suatu komunitas untuk membahas buku yang baru saja dibaca.

Komunitas tersebut juga bermanfaat agar dapat  memiliki referensi-referensi terbaru seputar buku-buku yang disukainya. (6) Biasakan Menulis Buku Harian. Literasi itu tidak hanya membaca, tetapi dilanjutkan dengan menulis. Pembiasan menulis dapat dimulai dengan buku harian. Pada era sekarang ini, dapat dimulai dengan menulis blog.

Menulis didahului oleh kegiatan membaca karena keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang berkesinambungan. Sebab itu, orang yang terampil menulis biasanya juga pembaca yang baik. (7) Hargai karya tulis. Dengan menghargai  karya tulis, berarti mahasiswa mendukung budaya menulis akademik tumbuh dengan baik di negara kita. Lahirnya ide-ide yang cemerlang untuk mengatasi persoalan bangsa lahir dari suatu tulisanatau karya ilmiah.

Budaya literasi dalam ranah mahasiswa sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup mahasiswa dalam menempuh pendidikan.

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia