Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga
Honda DBL Central Java Series

Awas Ledakan Tim Debutan

04 September 2019, 20: 03: 57 WIB | editor : Perdana

SIAP ALL OUT: SMAN 2 (Smanda) Kebumen akan menantang SMA Tri Tunggal Semarang.

SIAP ALL OUT: SMAN 2 (Smanda) Kebumen akan menantang SMA Tri Tunggal Semarang. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Kiprah SMAN 2 Kebumen musim lalu di Honda DBL Central Java Series 2019 South Region terhenti di babak big eight. Mereka tumbang karena kekalahan tipis. Tahun ini mereka banyak mengevaluasi tim. Hasilnya sejauh ini positif. Smanda, julukan SMAN 2 Kebumen, terbukti bisa mencetak sejarah baru, lolos ke big four.

Pertandingan big four di GOR Sumber Waras, Semarang sore nanti (4/9), Smanda akan berhadapan dengan SMA Tri Tunggal. SMAN 2 Kebumen akan kembali mengandalkan trisula mematikan. Ada kombinasi antara forward Indah Cahyani, guard Trianda Retno wulan dan pemain bernomor punggung 14, Ayu Sakinah.

Pelatih SMAN 2 Kebumen Nuli Sukma menyebut anak asuhnya kini sedang disiapkan mentalnya. Smanda akan bermain nothing to lose untuk laga kali ini. Mereka akan tampil all out. Berkaca pada evaluasi pertandingan kemarin, sang pelatih mengatakan akan meredam turnover dan memperbaiki finishing anak didiknya yang kerap kurang maksimal. Namun lebih dari itu, dia dan timnya berupaya akan menampilkan yang terbaik.

”Kami memandang laga ini sudah seperti final. Untuk itu, seluruh pemain saya minta bermain all out,” jelas Nuli.

Kubu lawan patut diwaspadai. Tri Tunggal juga berstatus sebagai tim debutan yang mampu mengejutkan publik dengan melibas tim-tim raksasa yang lebih lama berkelindan di Honda DBL Central Java Series. Tri Tunggal juga mempunyai trisula. Yakni Mellisa Purnama Dewi, Michelle Kartika dan Audrey Callista.

Pelatih SMA Tri Tunggal Xaverius Wiwid mengatakan, dia tidak takut dengan kekuatan SMAN 2 Kebumen. Dia merasa anak asuhnya akan mampu meladeni Smanda di fase big four nanti. Saat ini yang sedang dia siapkan adalah fokus pemulihan fisik anak asuhnya.

”Jujur saya belum pernah liat mereka main. Jadi normal saja ya kayak lawan-lawan yang kami hadapi sebelumnya. Defense hustle, offense smart, saya rasa anak-anak bisa meladeni lawan,” ucap Xaverius Wiwid. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia