Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Warga Heboh, Penemuan Kerangka Mayat Berserakan di Ladang Tebu

04 September 2019, 21: 00: 27 WIB | editor : Perdana

TINGGAL NAMA: Rumah Pariyem di Genengsari, Polokarto. Diduga, kerangka yang ditemukan di ladang tebu adalah mayat perampuan 76 tahun tersebut. Foto kanan, woro-woro saat Pariyem menghilang.

TINGGAL NAMA: Rumah Pariyem di Genengsari, Polokarto. Diduga, kerangka yang ditemukan di ladang tebu adalah mayat perampuan 76 tahun tersebut. Foto kanan, woro-woro saat Pariyem menghilang.

Share this      

SUKOHARJO – Warga Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto dihebohkan dengan penemuan kerangka mayat di lahan tebu desa setempat. Tulang belulang tersebut ditemukan tidak utuh dan tersebar di sejumlah titik di kawasan yang sama.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan,  kali pertama kerangka manusia ditemukan pekerja yang sedang membakar rapak tanaman tebu siap panen.

"Di situ juga ditemukan potongan kain yang diduga lepas dari kerangka mayat tersebut. Unit Reskrim langsung menindaklanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara,” terangnya, Selasa (9/3).

Kerangka mayat dievakuasi ke RSUD Dr. Moewardi untuk diotopsi dan uji laboratorium forensik. Polisi juga menghimpun keterangan saksi di sekitar lokasi penemuan.

Sebelum penemuan tulang belulang itu, sekitar tiga bulan lalu, Polsek Polokarto menerima laporan orang hilang atas nama Pariyem Kerto Semin, 76. Diduga, kerangka tersebut adalah Pariyem.

"Potongan kain yang ditemukan mirip yang dikenakan nenek Pariyem saat dia menghilang. Dari ciri pakaian sudah ada kemiripan," ujar Yoga.

Sesuai keterangan pihak keluarga, nenek Pariyem memang sudah pikun dan linglung. Namun, untuk memastikan identitas kerangka mayat, penyidik akan melakukan uji DNA dengan mengambil sampel pihak keluarga Pariyem. 

Salah seorang cucu Pariyem, Edi Subari menuturkan, neneknya menghilang sejak 24 April sekitar pukul 13.00. "Kemungkinan benar (kerangka) milik nenek saya. Dari penemuan bajunya yang masih utuh dan juga sobekan jaritnya. Sekarang lagi diproses (otopsi) di RSUD Dr. Moewardi. Sudah ada tanda bukti yang cocok,” urai dia. Kerangka mayat tersebut sudah diambil keluarga Pariyem dan akan dimakamkan hari ini. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia