Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

9 Bulan Beroprasi, Komplotan Pengoplos Tabung Elpiji Diringkus Polisi

05 September 2019, 13: 24: 26 WIB | editor : Perdana

POLICE LINE: Komplotan pengoplos gas elpiji diamankan jajaran Satreskirm Polres Karanganyar, kemarin (5/9). 

POLICE LINE: Komplotan pengoplos gas elpiji diamankan jajaran Satreskirm Polres Karanganyar, kemarin (5/9).  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Komplotan pengoplos tabung gas elpiji dari 3 kilogram (kg) menjadi 12 kg berhasil dibongkar. Polisi mengamankan Mustofa, 39, warga Kaling Tasikmadu, Karanganyar, dan Sunaryo, 36, warga Macanan, Tasikmadu, Karanganyar, di rumah mereka masing-masing. Mereka sudah beroperasi sejak sembilan bulan lalu.  

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi membeberkan, penangkapan dua anggota sindikat peredaran tabung gas tersebut berawal dari laporan warga. Mereka mengaku mendapat gas ukuran 12 kg dengan murah.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim Satreskrim Polres Karanganyar akhirnya menangkap Arif Mustofa di rumahnya. Dia diduga sebagai pelaku utama praktik pengoplosan tabung gas dari ukuran 3 kg menjadi 12 kg. Tak berselang lama, tim kembali menangkap Sunaryo. Arif berperan sebagai pengoplos, sementara Sunaryo yang menjual kepada konsumen. 

“Arif membeli tabung gas ukuran 3 kg dari sejumlah toko. Kemudian di rumah baru dipindah ke ukuran 12 kg. Setelah itu dijual ke Sunaryo seharga Rp 115 ribu per tabung ukuran 12 kg. Oleh Sunaryo kemudian dijual ke warung dengan harga Rp 135 ribu,” bebernya.

Dari hasil penangkapkan tersebut, polisi berhasil mengamankan sembilan tabung gas ukuran 12 kg, 13 tabung gas ukuran 3 kg, 7 tabung gas ukuran 12 kg, 1 alat suntik, timbangan gantung, 1 tabung gas ukuran 5 kg, uang sisa hasil penjualan, dan satu unit mobil pikap Mitsubisi L300. Kendaraan ini digunakan tersangka menjual oplosan tabung gas ke warung-warung di wilayah Tasikmadu dan Jaten, Karanganyar.

Di sisi lain, Arif, yang diketahui sebagai karyawan SPBE di Karanganyar mengaku nekat melakukan praktik kotor ini demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap tabung, dia hanya butuh 1–2 menit untuk memindahkan gas dari tabung ukuran 3 kg ke 12 kg.

“Tabung 3 kg saya beli dari warung-warung. Kemudian saya pindahkan ke tabung 12 kg. Saya belajar dari berita-berita di televisi dari ungkap kasus oleh aparat hukum,” singkatnya.

Cara pengoplosannya, tabung gas 12 kg ditaruh di bawah. Kemudian di atasnya ditaruh gas 3 kg dengan cara terbalik. Keduanya lalu dihubungkan dengan pipa besi berukuran panjang 5 cm dengan diameter 0,5 cm. Setelah itu gas akan mengalir dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakan kedua pelaku, polisi menjerat keduanya dengan pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kemudian pasal 53 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 30 UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan pasal 106 UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukuman penjara 4 tahun atau denda Rp 10 miliar. (rud/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia