Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Rangkul Semua Golongan, Tepis Isu Negatif

05 September 2019, 14: 46: 30 WIB | editor : Perdana

SIAP MENGABDI: Bambang Susilo bersama istri dan cucunya. Dia berkomitmen memajukan Desa Hadiluwih jika terpilih.

SIAP MENGABDI: Bambang Susilo bersama istri dan cucunya. Dia berkomitmen memajukan Desa Hadiluwih jika terpilih. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sudah puluhan tahun Bambang Susilo mengabdi untuk Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Sejak muda, dia mengabdi sebagai perangkat desa. Pengabdiannya pun tidak surut sampai sekarang, dia mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (Kades) Hadiluwih.

Bambang Susilo sudah menjalani masa tugas sebagai Kaur Umum Desa Sumberlawang selama 23 tahun. Tidak hanya itu, pria berusia 59 tahun ini juga menjabat sebagai carik/sekretaris desa (sekdes).

Selepas pensiunnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dia berniat pada melanjutkan pengabdiannya lewat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 ini. Sosoknya yang mengayomi sudah dikenal masyarakat setempat. Selain itu juga sangat menguasai secara detil seluk beluk Desa Hadiluwih.

Meski demikian, dia tidak lepas dari isu miring jelang pilkades ini. Terutama terkait tanah kas desa menjadi haknya. Isu tersebut seolah-olah menyalahi aturan. Padahal dia sudah bertindak sesuai ketentuan.

”Saya dulu Kaur Umum dan Sekdes Desa Hadiluwih. Lantas selaku Kaur Umum mendapat pesangon tanah kas desa 3.500 meter persegi, dikerjakan selama 9 tahun 8 h selama 13 tahun seperti tertuang dalam Surat Keputusan (SK),” ujarnya saat bersama sang istri, Siti Mardiyah.

Dia menjelaskan tanah kas desa pesangon itu sekarang sudah dikembalikan ke desa. Demikian juga tunjangan karir sebagai sekdes, yakni tanah garapan seluas 1 hektare dengan masa berlaku 2010 sampai 2018 juga sudah dikembalikan ke desa sesuai aturan.

Menyewakan tanah itu bahwa resmi haknya. Untuk lokasinya juga berbeda antara tanah 3.500 meter dengan 1 hektare. Jika dia menjual/menyewakan tanah haknya tersebut sesuai dengan ketentuan batas waktu. ”Warga masyarakat juga sudah tahu bahwa itu tunjangan pesangon sebagai Kaur Umum,” terang dia.

Terlepas dari isu yang beredar di masyarakat, Bambang memiliki komitmen memajukan Hadiluwih. Dia siap mengayomi semua masyarakat agar guyub dan rukun. ”Bagi saya, tidak membeda-bedakan antara pendukung atau tidak. Semua saya rangkul biar desa tetap harmonis,” terangnya.

Dia juga perhatian dengan kondisi infrastruktur desa. ”Infrastruktur belum semua terjangkau. Jalan antara Bojong sampai Kedung Dowo itu harus dibenahi. Itu salah satu target awal saya,” kata Cakades nomor urut 5 ini. (sct/din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia