Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Dari Hobi Desain Grafis Merambah Bisnis Hampers Kekinian

07 September 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TERUS BERINOVASI: Susanti Aprilia terus berpikir keras demi memberi sentuhan karyanya.

TERUS BERINOVASI: Susanti Aprilia terus berpikir keras demi memberi sentuhan karyanya. (ZALUL LINA/ RADAR SOLO)

Share this      

Berbagi kepada seseorang di momen spesial, seperti lamaran, pernikahan, atau ulang tahun sudah menjadi sebuah tradisi. Susanti Aprilia melihat peluang bisnis ini dengan menyulap keranjang bingkisan atau hampers menjadi lebih menarik dan multifungsi.

SERAFICA GISCHA, Solo

USAHA dengan mengandalkan kreativitas terus tumbuh. Memiliki keahlian desain grafis, Susanti Aprilia mulai mendesain hampers atau keranjang bingkisan dengan model kekinian, l cantik ala instagramable. Susan awalnya mulai membuat hampers untuk acara-acara lamaran konsep Tionghoa. Di mana klien menginginkan hampers yang berbeda dari yang lain, namun tidak jauh dari pakemnya. 

“Waktu itu utak-atik desain, cari-cari ide akhirnya ketemu dan langsung suka. Setelah di-upload  di media sosial akhirnya banyak tanggapan,” ujarnya.

Sebenarnya tidak hanya termotivasi implementasi ilmu desain yang didapat di bangku kuliah, tetapi Susan memang senang membuat boks untuk keranjang hadiah. Setelah melihat ada peluang bisnis, Susan mulai serius menekuni ini. Sebab, pasarnya cukup luas. Tidak hanya untuk lamaran, tetapi juga bisa untuk momen lainnya.

“Tidak hanya unik dan menarik, tapi bagaimana bisa digunakan kembali. Tak hanya sebagai keranjang hadiah, kemudian dibuang begitu saja,” ujarnya.

Perempuan berusia 27 tahun ini sudah menjalankan usaha ini sejak 2016. Meski diawali di Surabaya, ternyata pasar Solo juga mendapatkan respons positif. Bahkan, banyak yang memesan untuk perayaan Man Yue, perayaan satu bulan bayi.

Susan lebih memilih tema vintage dengan warna-warna pastel karena dirasa lebih kalem. Selain itu, desain hampers tidak pernah dibuat rumit, karena dia menginginkan kotak hampers tetap digunakan untuk kebutuhan lainnya, contohnya menyimpan peralatan pribadi.

“Biasanya memang hampers ini aku buat simpel namun menarik. Jadi kalau disimpan bisa dimanfaatkan untuk menyimpan benda pribadi. Dan masih bagus dipandang kalau dipajang, jadi yang kasih juga tidak merasa sia-sia. Aku tetap mengarahkan klien untuk membuat hampers yang simpel,” terangnya.

Kini produknya tidak hanya menyasar daerah Pulau Jawa, namun sudah ke Sumatera, Kalimantan dan daerah lain. “Hampers ini bukanlah sebuah produk yang sangat susah. Semua orang pasti bisa buat. Hanya saja, harus memiliki ciri khas agar produknya berbeda. Inovasi dan kreatif harus terus diasah, karena kita kan jualannya barang. Harus memberikan kesan yang bagus dan puas,” ujarnya. (*/zalullina/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia