Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Sulap Kantor ala Coffe Shop

07 September 2019, 13: 06: 38 WIB | editor : Perdana

Kantor layanan BPJS Ketenagakerjaan dikonsep ala coffe shop

Kantor layanan BPJS Ketenagakerjaan dikonsep ala coffe shop (SERAFICA GISCHA)

Share this      

SOLO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah memabayar klaim total sebesar Rp 169 miliar hingga Agustus tahun ini. Dengan berbagai strategi dan inovasi, BPJS terus berupaya menambah jumlah kepesertaan, baik pekerja maupun pemberi kerja.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Rudy Yunarto mengatakan, ada empat kelas kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu pemberi kerja atau badan usaha, peserta tenaga kerja formal (PU), peserta tenaga kerja informal (BPU), dan peserta TK jasa konstruksi. 

Masing-masing kelas memiliki target tertentu hingga akhir tahun. Pemberi kerja atau badan usaha ditarget 4.070 peserta hingga 2019. Dari target ini sudah terealisasi 4.939 peserta atau 182 persen hingga Agustus. 

”Untuk peserta PU ditarget 166.990 peserta dan hingga Agustus baru terealisasi 162.770 peserta. Peserta BPU ditarget 32.292 peserta dan baru terealisasi 31.599 peserta. Serta untuk peserta TK jasa konstruksi dengan target 158.158 peserta. Saat ini terealisasi 71.963 peserta,” jelas Rudy kepada Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Rudy, hingga Agustus BPJS telah membayar klaim sebesar Rp 169 miliar. Rinciannya, ada sebanyak 18.122 kasus jaminan hari tua. Kemudian, pembayaran klaim Rp 6,3 miliar untuk 226 kasus jaminan kematian, Rp 2 miliar dengan 1.194 kasus jaminan pensiun, dan Rp Rp 14,8 miliar dengan 5.376 kasus jaminan kecelakaan kerja.

”Dengan menjamin mereka dalam bekerja, tentu jika terjadi kecelakaan, maka ekonomi dalam rumah tangga tidak akan terputus. Karena kebanyakan dari pekerja ini merupakan tulang punggung keluarga. Untuk target, kita fokus bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan ini,” beber Rudy.

Bahkan demi kenyamanan peserta dan calon peserta, BPJS Ketenagakerjaan menyulap kantor menjadi sebuah coffe shop untuk beberapa waktu ke depan. ”Ini untuk memberikan rasa nyaman dan hangat sehingga masyarakat yang datang  bisa lebih leluasa dalam berkonsultasi,” pungkas Rudy. (gis/ria)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia