Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Diduga Sungai Tercemar, Panen Gagal

07 September 2019, 17: 23: 06 WIB | editor : Perdana

SEGERA DITELITI: Kabid Pembinaan Lingkungan Hidup DLH Wonogiri Konfrontadi Febianto tunjukkan sampel air yang diserahkan warga.

SEGERA DITELITI: Kabid Pembinaan Lingkungan Hidup DLH Wonogiri Konfrontadi Febianto tunjukkan sampel air yang diserahkan warga. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Belasan warga Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri Kota menggeruduk kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri. Mereka mengeluhkan pencemaran air yang diduga berasal dari limbah pabrik tapioka dan menyebabkan gagal panen. Ikan-ikan di sungai pun mati.

Warga desa setempat Sriyanto, 45, menandaska, sudah tiga kali musim tanam, hasil panen padi tidak memuaskan. Dia menduga, itu karena air sungai yang mengairi sawahnya tercemar limbah. "(Hasil) panen biasanya 40 karung, kini paling hanya enam karung," jelasnya kemarin (6/9).

Tidak hanya itu, selama tiga hari terakhir, ikan-ikan di sungai sekitar sawahnya mati. Air sungai berubah keruh dan berbau.

Warga lainnya Agus Riyanto, 40, di sungai banyak ditemukan jentik nyamuk. Imbasnya, pada malam hari banyak nyamuk menyerang permukiman. “Kita sudah bawa sampel air ke dinas (DLH)," katanya.

Sementara itu, di kantor DLH Wonogiri, warga diterima Kabid Pembinaan Lingkungan Hidup Konfrontadi Febianto. Dia mengaku segera membentuk tim untuk melakukan kajian di lapangan. “Pekan depan kita ke lapangan. Ini kan Jumat, Senin baru kita akan bergerak,” urai dia.

Karena belum cek TKP, Febi enggan berspekulasi apakah keluhan warga itu memang disebabkan sungai tercemar limbah pabrik tapioka di Ngadirojo atau faktor lain.

Terpisah, manajemen pabrik tapioka telah membuang limbah sembarangan ke sungai dan menyebabkan pencemaran. Tapi, ada sejumlah petani meminta air limbah untuk mengairi sawah karena musim kemarau.

"(Yang meminta air limbah) sebagian besar petani dari Jurug, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri Kota,” terang staf pabrik tapioka Wahid Nurrohman.

Menurut dia, banyak petani memanfaatkan limbah dari perusahaan tapioka karena, mengandung pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Limbah tersebut diklaim sudah melalui pengolahan sesuai standar baku kejernihan air. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia