Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
Honda DBL central Java Series 2019

Balas Tahun Depan Smarga

07 September 2019, 17: 56: 08 WIB | editor : Perdana

BELUM WAKTUNYA: Pertandingan final Honda DBL central Java Series antara SMA Warga (jersey merah) melawan SMA Tri Tunggal Semarang.

BELUM WAKTUNYA: Pertandingan final Honda DBL central Java Series antara SMA Warga (jersey merah) melawan SMA Tri Tunggal Semarang. (DOK. DBL INDONESIA)

Share this      

SEMARANG – Sebagai tim debutan, tim basket putri SMA Warga Surakarta (Smarga) sukses melaju hingga partai final Party Honda DBL central Java Series 2019. Sayang harapan mereka mengangkat tahta juara musim ini diganjal oleh SMA Tri Tunggal Semarang di GOR Sumber Waras Semarang (6/9).

Hal ini tentu membuat Smarga gagal mengikuti jejal SMKN 1 Karanganyar yang bisa meraih juara Central Java 2016 silam. Sejak 2010-2019, sebagai besar juara di kelompok putri pasti selalu diraih wakil Norht Region. Hanya 2016 yang sukses digondol wakil South Region.

”Cukup sayang juga sebenarnya, karena langkah hita sudah sangat dekat untuk juara. Tapi mungkin belum waktunya. Saya tetap apresiasi atas kinerja pemain saya, yang sudah berjuang semaksimal mungkin di lapangan,” terang Pelatih Smarga, Wempi Wiyanto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Sementara itu, tim putra Smarga gagal mencapai catatan seperti musim lalu yang bisa sampai Final Party Honda DBL. Musim ini mereka dijegal SMA Tri Tunggal di babak Big Four Central Java Series (5/9)

Jika bicara individual pemain, ternyata ada empat pemain Smarga yang masuk first team Honda DBL, dan siap untuk terbang ke Surabaya mengikuti DBL Camp.

Di kelompok putra, ada nama Sabastian Soenarto dan Justin Jaya Wiyanto. Sedangkan dua pendulang poin Smarga putri saat melawan Tri Tunggal, yakni Angela Fortunata (29 poin), dan Nur Rosyidah Ningrum (13 poin) juga masuk di first team Honda DBL.

“Di kelompok putri, ini tahun debut kita ikut DBL, dan tahun depan hampir sebagian pemain kunci kita masih bisa main. Dan kita optimistis pencapaian musim depan bisa lebih baik,” terang Wempi.

Sementara itu dalam laga kemarin Smarga putri sejatinya punya peluang besar untuk juaara. Dua kuarter awal, Smarga memang selalu kalah dari sisi dulangan  poin. Yakni tertinggal 20-14, 40-28 di kuarter pertama dan kedua. Kuarter ketiga tambahan 24 poin Smarga, ternyata hanya bisa dibalas 19 poin oleh Tri Tunggal. Sayang Smarga masih tertinggal 52-59.

Sayangnya kuarter ketiga akhir, Smarga harus kehilangan headcoachnya, karena terkena technical foul. Kuarter terakhir, ternyata Smarga tak bisa membuat kejutan. Dan menutup laga dengan kekalahan 61-75.

”Pemain seperti down dan bingung dilapangan, karena saya terpaksa tak bisa lagi berdiri di pinggir lapangan. Saya tetap bangga pada mereka bisa berjaung mati-matian di lapangan, walaupun hasil memang tak sesuai harapan,” tutur Wempi.

Karissa Adelia, kapten SMA Tri Tunggal mengatakan, bahwa kemenangan ini adalah kado bagi sekolahnya yang tengah berulang tahun hari ini. “Ini adalah piala yang istimewa. Usaha kerja keras kami benar-benar terbayar. Kemenangan ini bukan hanya untuk kami. Tapi untuk sekolah. Untuk kami semua yang ada di Tri Tunggal,” ucapnya.

Tri Tunggal ternyata gagal mengawinkan gelar juara, setelah tim putra mereka kalah atas SMA Karangturi Semarang 59-66. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia