Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dishub Ajak Pecinta Mobil Kuno Pelopori Tertib Lalin

08 September 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KELANGENAN: Mobil antik memeriahkan peringatan Hari Perhubungan Nasional di kantor Dinas Perhubungan Surakarta kemarin (7/9).

KELANGENAN: Mobil antik memeriahkan peringatan Hari Perhubungan Nasional di kantor Dinas Perhubungan Surakarta kemarin (7/9). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bukan sekadar dipamerkan, beragam mobil dan motor antik yang tertata rapi di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta kemarin dijadikan media mengajak masyarakat tertib berlalu lintas. 

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional. Event lainnya yakni lomba mewarnai dan membuat makalah bagi pelajar.

Pameran otomotif tersebut berlangsung hingga hari ini. Beragam jenis kendaraan mulai dari mobil offroad lawas, sepeda motor antik hingga yang terbaru tersedia. 

“Ini sekaligus mewadahi beragam komunitas.  Harapannya, mereka juga bisa jadi pelopor keselamatan berkendara,” terang Ketua Panitia Hari Perhubungan Nasional 2019 Kota Surakarta Henry Satya.

Sementara itu, ratusan murid Taman Kanak-Kanak (TK) sibuk memyelesaikan objek gambarnya. Di antaranya Beatrix Grace, 4. Siswi TK A Kanisius Imaculata ini tampak bersemangat memilih sejumlah alat warna yang dibawanya dari rumah. “Senang, soalnya mewarnai Si Tayo," ujarnya.

Enggan kalah dengan adiknya, kakak Gragce, Brigitha Gween, 6, ikut berkompetisi di lomba serupa. Dia memilih menggambar rambu-rambu lalu lintas. "Yang agak susah mengingat-ingat warna rambunya," kata dia.

Di akhir lomba, nama Gween disebut sebagai peraih nominasi. Orang tuanya pun ikut girang. "Anak-anak tidak hanya datang untuk lomba. Tapi bisa juga melihat sarana dan prasarana perhubungan. Seperti rambu jalan, mobil Derek, dan lainnya," terang ibunda Gween, Lia Yuliana, 33.

Panitia kegiatan sengaja mengemas acara dengan beragam event agar peringatan Hari Perhubungan Nasional bisa dinikmati semua kalangan. "Kalau untuk anak TK lomba mewarnai. Nah untuk anak SMP ada lomba makalah. Jadi mereka diminta menuliskan makalah soal pengalaman mereka selama ikut event ini. Makalah dinilai dewan juri," urai Henry.

Ditambahkannya, dengan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, ketika dewasa, para pelajar tersebut dapat menjadi teladan elemen lainnya. “Misalnya mengingatkan orang tuanya jika lalai dalam berlalu lintas," pungkas dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia