Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Lobi Sinuhun agar Sewa Alun-Alun Gratis

08 September 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SEMENTARA: Pedagang Pasar Klewer sisi timur di pasar darurat Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan.

SEMENTARA: Pedagang Pasar Klewer sisi timur di pasar darurat Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta menganggarkan biaya tambahan sewa Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta sebagai lokasi Pasar Darurat Klewer sisi timur pada APBD 2020. Tapi, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta agar tambahan sewa selama minimal empat bulan digratiskan sebagai bonus sewa tahun-tahun sebelumnya. 

Kepala Disdag Surakarta Heru Sunardi mengatakan, negosiasi masih dilakukan secara lisan dan belum mendapatkan jawaban. Pemkot baru menganggarkan, belum eksekusi pembayaran karena masih pembahasan. Jika pada saatnya Keraton Kasunanan Surakarta meminta ongkos sewa, maka akan dibayarkan. 

"Tapi, pak wali menghendaki gratis. Ya, artinya kami terus melakukan pendekatan. Siapa tahu Sinuhun PB XIII setuju gratis,” katanya, Sabtu (7/9).

Pemkot menyewa alut untuk pasar darurat pedagang Pasar Klewer sisi barat sejak awal 2015 dengan nilai Rp 2,5 miliar per tahun. Sewa tahap pertama berlangsung selama dua tahun, hingga pasar tekstil yang terbakar akhir 2014 itu rampung dibangun.

Sewa kali kedua untuk pedagang Pasar Klewer sisi timur sejak 2017, yang diperpanjang dua kali pada 2018 dan 2019. Menurut Heru, Pasar Klewer Timur mulai dibangun Oktober mendatang, sehingga paling cepat rampung pada Mei 2020. Hitungan itu sedikit meleset dari perkiraan awal yang selesai dibangun April. 

“Lelangnya mundur satu bulan jadinya pembangunan juga mundur. Pekerjaan delapan bulan dan selesai Mei, langsung kami pindahkan pedagang. Pelaksana proyek memproses serah terima pertama atau provisional hand over (PHO), kami juga proses mengundi kiosnya. Sebelum PHO kan itu sudah pengecekan lengkap, jadi sudah aman saat pedagang pindah,” katanya.

Wali Kota Rudy mengaku tidak terlibat langsung negosiasi lisan dengan pihak keraton. Namun, dia berharap Sinuhun bersedia membebaskan ongkos sewa.

“Kami juga sudah berjanji mengembalikan Alut seperti kondisi sebelum disewa. Kami dulu sewa separo saja enggak boleh, jadi sewa penuh. Kami berharap keraton mengulurkan tangan membantu kami. Surat (permohonan gratis) akan kami kirimkan,” ujarnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia