Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
Piala Soeratin 2019

Fisik Pantang Kembali Kedodoran

08 September 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Perdana

BANJIR KERINGAT: Pemain Persis Muda Gotong Royong Junior menjalani latihan rutin di Stadion Sriwedari.

BANJIR KERINGAT: Pemain Persis Muda Gotong Royong Junior menjalani latihan rutin di Stadion Sriwedari. (ARIF PRAYOGA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Persis Muda Gotong Royong (GR) Junior (Jr), lolos ke babak 12 Besar Piala Soeratin Zona Jateng. Di babak 12 besar, tim racikan Aris Budi Sulistyo masuk di grup 8. Mereka akan bersaing dengan dua klub Jateng lainnya, yakni ISP Purworejo dan Persibas Banyumas.

Laga pertama di babak ini, Persis Muda akan menantang Persibas Banyumas di kandangnya, 11 September mendatang. Sore ini (8/9), dua kompetitornya akan mulai saling jegal. 

”Saya yakin anak-anak punya motivasi besar untuk mengalahkan lawan-lawannya. Kita lihat performa tim terus menanjak. Bahkan mental tandang kita juga cukup bagus, karena beberapa kali sukses menang di kandang lawan. Jadipeluang kita untuk lolos ke semifinal, sepertinya optimistis bisa kita raih,” ujar Pelatih Persis Muda GR Jr, Aris Budi Sulistyo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Persis memang harus menjalani laga home away melawan dua kompetirtornya nanti. Karena hanya akan diambil pemuncak klasemen saja menuju ke semifinal. Itu artinya selain menang di laga kandang, dua laga tandang juga harus berbuah poin. Syukur-syukur bisa menang.

Aris mengakui banyak catatan yang harus kita evaluasi, dari apa yang dibuat pemain kami di babak penyisihan kemarin. Salah satu problem utamanya tentu pada masalah fisik. 

“Awalnya pemain kita seperti sulit kalau dipaksa bermain full 90 menit. Perlu ada strategi agar fisik mereka tak terkuras cepat. Ini tentu terjadi karena permbentukan tim kita memang minim (hanya tiga minggu sebelum kick off, Red),” terang eks pelatih Persis  Solo di musim 2015 tersebut.

Dia juga mengakui finishing pemain masih perlu di matangkan laga. Hal ini lantaran banyak peluang yang gagal dioptimalkan menjadi gol. Padahal posisi pemain sejatinya cukup strategi untuk menjadikan peluang tersebut jadi gol.

”Kadang mereka kurang tenang di mulut gawang. Padahal ketenangan itu penting,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia