Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Kenalan Dengan Muhammad Rais Alfarizi, Pesilat Asal Solo

08 September 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Perdana

BANGGA: Muhammad Rais Alfarizisukses mendulang perak di ajang 1st Tapak Suci World Championship 2019 di Sritex Arena.

BANGGA: Muhammad Rais Alfarizisukses mendulang perak di ajang 1st Tapak Suci World Championship 2019 di Sritex Arena. (AULIA AMANA PUTRI/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Keberuntungan ternyata belum diraih Muhammad Rais Alfarizi di ajang 1st Tapak Suci World Championship 2019 di Sritex Arena. Pesilat asal Kota Solo ini harus puas meraih perak di kelas B putra. Di partai puncak, dia kalah dari wakil Riau, Nazarul Khaira yang sukses mendulang emas.

”Tetap menerimanya. Alhamdulillah masih diberi keselamatan dan kesehatan tanpa cidera yang berat,” kata Alfarizi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Bagi Fariz –sapaan akrab M. Rais Alfarizi– mengakui bahwa darah pencak silat sudah mengalir sejak kecil. Saat masih duduk di bangku SD, ia sering diajak untuk melihat pertandingan tapak suci. Selain itu keluarganya termasuk pendekar tapak suci.

”Karena dari kecil sering di ajak orang tua lihat Tapak Suci”, ujar mahasiswa UNS jurusan manajemen ini.

Anak pertama pasangan Muhammad Syaefrudin-Siti Nurul Hidayat ini sering mengikuti kejuaraan silat. Saat SMP Fariz pernah menjuarai Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jateng di Semarang tahun 2012 dan Kejurnas Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di Kalimantan Timur tahun 2013. Tidak hanya berhenti disitu saja, saat SMA ia juga meraih juara 2 di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas)  2015 di Bandung. Kemudian 2018 meraih perunggu dalam ajang Kejurnas antarperguruan tinggi kelas A putra.

Persiapannya untuk mengikuti kejuaraan dunia tapak suci di Sritex ternyata sudah sejak lama. Sebelumnya ada seleksi tingkat wilayah di Karanganyar.

“Untuk latihan selekwil (seleksi wilayah) di gedung silat Gajahan. Pas mau tanding di Sritex latihan sendiri,” tandas pria kelahiran 8 Juni 1999 tersebut.

Latihan yang paling ditekankan adalah teknik dan daya tahan. Selain itu harus jaga pola makan, karena berkaitan dengan berat badan. “Yang terpenting fokus, sesuai instruksi pelatih dan terutama doa,” ujarnya (mg5/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia