Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Ikan Hias Solo, Pelihara Ikan Bukan Hobi Mahal

08 September 2019, 13: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Ikan Hias Solo, Pelihara Ikan Bukan Hobi Mahal

Ingin mengusir stres atau menghilangkan penat dengan mudah dan murah meriah? Coba saja memelihara ikan hias di dalam rumah. Komunitas Ikan Hias Solo membagikan tipsnya,

BUAT aquarium seindah mungkin, lalu pilih ikan hias yang cantik dan lucu bisa jadi alternatif menjernihkan pikiran di saat sedang gundah. Suasana rumah pun menjadi segar. Lalu, ikan jenis apa saja yang disebut sebagai ikan hias? Apakah ikan yang cantik saja yang bisa disebut ikan hias?

”Ikan yang dipelihara di kolam atau aquarium, yang enak dipandang dan kita menyukainya, itulah ikan hias. Semua ikan itu cantik kok, kalau kita suka. Kalau bicara soal genre cuma ada dua, predator dan nonpredator,” kata Ketua Komunitas Ikan Hias Solo, Yokie Ardian kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ikan predator, biasa disebut sebagai ikan galak. Ikan hias jenis ini juga banyak peminatnya. Yokie menyebut ikan galak yang menjadi favorit adalah peacock bass dan cichlid. Ikan cichlid misalnya louhan, frontosa, red devil, dan lain sebagainya.

”Nah, kalau ikan nonpredator itu ikan yang lucu-lucu. Biasanya ikan ini untuk aquascape. Sebut saja, rainbow, kardinal tetra, guppy, neon tetra, dan sejenisnya. Ikan-ikan ini yang banyak diketahui orang-orang sebagai ikan hias. Masih banyak ikan tertentu yang tidak dijual di pasar atau lapak ikan. Jadi sebagian masyarakat awam atau kurang mengetahui soal ikan hias,” sambungnya.

Banyak anggapan hobi ikan hias adalah hobi yang mahal. Yokie membantah anggapan itu. Menurutnya, hobi ikan hias bisa disesuaikan dengan kocek. Cukup bermodal Rp 50-100 ribu saja, pehobi ikan hias sudah bisa mendapatkan ikan kesukaannya meski masih kecil. Memang benar, membangun keindahan akuarium di dalam rumah ada banyak sekali pernak-pernik yang harus dilengkapi.

”Tapi kan membeli semua itu bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Tidak langsung bisa jadi bagus. Pokoknya menyesuaikan kantong saja. Jangan dipaksakan. Tinggal gimana cara kita atur budget saja,” katanya.

Anggapan miring lainnya, masyarakat awam mengira memelihara ikan hias harus dengan treatment khusus. Padahal tidak ada bedanya antara ikan hias dengan ikan biasa. Yokie menekankan pehobi ikan hias hanya harus memastikan kualitas air tetap baik dan bersih saja.

”Dari filter yang selalu kondisi bersih, mengganti air beberapa hari sekali, dan juga pemberian obat untuk menjaga kondisi air tetap baik. Agar terhindar dari penyakit-penyakit ikan,” imbuhnya.

Di Kota Bengawan, tren yang sedang naik daun saat ini adalah ikan jenis cichlid. Yokie menyebut peminat ikan ini mulai meningkat. Ikan predator jenis peacock bass juga masih tren. Harga belinya pun masih terjangkau untuk kantong pelajar.

”Sekarang sudah banyak pehobi ikan predator di Solo. Peminatnya banyak sekali dan semua kalangan. Kalau ikan louhan, cupang, dan guppy trennya selalu bagus. Tidak pernah menurun. Masih menjadi ikan hias idola semua orang,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia