Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Pecinta Ikan Hias Solo, Aktif Bantu Jaga Lingkungan

08 September 2019, 14: 55: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Pecinta Ikan Hias Solo, Aktif Bantu Jaga Lingkungan

SEBAGAI pecinta ikan, member Ikan Hias Solo merasa prihatin lantaran sebagian masyarakat mulai berkurang kesadaran dan perilaku dalam menjaga lingkungan ekosistem sungai. Baik masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai, maupun mereka yang jauh dari sungai. Kegelisahan ini sering menjadi bahan curhat saat agenda kopi darat.

”Hasil diskusi ini kemudian mengerucut pada satu aksi nyata. Dengan melakukan tebar benih ke sungai-sungai. Tujuannya, save our river. Agar ekosistem dan kehidupan ikan di sungai tetap berlanjut turun temurun, beranak pinak sampai tua nanti,” kata salah seorang member Ikan Hias Solo, Abdurrahman kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sungai dengan melakukan berbagai larangan yang diatur dalam peraturan daerah. Sebut saja menjaring ikan, meracun ikan, menyetrum ikan, dan membuang sampah di sungai. Abdurrahman menyebut warga sekitar sungai boleh-boleh saja mengambil manfaat dari sungai.

”Tapi dengan cara memancing, bukan menjaring, meracun, dan menyetrum ikan. Karena akan berdampak pada ikan-ikan produktif. Anak ikan bahkan telur ikan bisa musnah akibat aktivitas itu. Istilahnya, genosida ikan,” tegasnya.

Nah, untuk itu secara periodik enam bulan sekali, member Ikan Hias Solo melakukan aksi sosial tebar benih di beberapa sungai. Contohnya di sekitaran Dam Colo Nguter. Paling gres, awal tahun ini, member Ikan Hias Solo bekerjasama dengan Masyarakat Peduli Kali Baki (Masdulkabi) menebar benih di sepanjang Kali Baki.

”Ikan yang benihnya ditebar bukan ikan invasif yang cenderung merusak ikan endemik. Ikan yang ditebar adalah mahseer, nilem, tawes, dan bader,” sambungnya.

Tak hanya sekadar menebar benih kemudian sudah. Ada tindak lanjut yang dilakukan Ikan Hias Solo dengan warga sekitar sungai. Salah satu benefit kerjasama dengan warga sekitar sungai adalah ada agreement tertulis dengan mereka.

”Justru merekalah yang menawarkan diri untuk proaktif menjaga kelangsungan kehidupan sungai. Sejauh ini hasilnya memuaskan. Kalau ibarat film bisa dinilai 8,4 dari 10 lah,” kelakarnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia