Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

5 Tahun,"Amplopan" Anggota DPRD capai Setengah Miliar,Ditulisi Syubhat

08 September 2019, 21: 54: 35 WIB | editor : Perdana

5 Tahun,"Amplopan" Anggota DPRD capai Setengah Miliar,Ditulisi Syubhat

SRAGEN – Pendapatan di luar gaji seorang anggota DPRD Sragen cukup fantastis. Itu terbukti saat salah satu kyai di Sragen, K.H. Syarif Hidayatullah alias Abah Syarif membuka tas yang isinya penuh amplop. Amplop-amplop itu dikumpulan putranya selama menjabat sebagai anggota DPRD Sragen.   

Dikatakan Abah Syarif, selama menjabat sebagai legislator, putranya yakni Bombong Lukito Samudro tak mengambil sepeser pun uang yang dirasa tidak jelas. Bahkan uang saku pertama untuk kunker ditulisi syubhat. Artinya samar-samar antara halal dan haram.

”Sejak pertama menjadi anggota dewan, setiap amplop yang diterima, dikumpulkan jadi satu, dimasukkan dalam tas,” terang Abah Syarif, Minggu (8/9).

Untuk memastikan jumlah yang terkumpul selama satu periode 2014-2019, uang "amplopan" dihitung langsung di di lapangan Pondok Pesantren Nurul Huda. Disaksikan ulama-ulama, di antaranya Gus Miftah dan K.H. Syukron Makmun serta para santri.

Hasilnya, selama satu periode atau lima tahun, uang saku di luar gaji itu terkumpul hingga Rp 531.225.000. "Itu bukan termasuk gajinya. Kalau gajinya dipakai buat bantu orang-orang. Itu pun sudah dipotong langsung. Coba dewan Sragen semua kelakuannya kayak anak saya, jalan di Sragen sudah halus-halus dan lebar-lebar,” ujar Abah Syarif ini sambil berkelakar.

Lebih lanjut diungkapkan Abah Syarif, pihaknya sudah bertanya kepada ulama senior K.H. Syukron Makmun terkait uang syubhat itu. Uang senilai setengah miliar lebih itu diperbolehkan untuk membangun gedung sekolah atau madrasah. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia