Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Sepekan 10 Kejadian Pencurian Meteran Air, Incar Solo Utara 

09 September 2019, 12: 16: 07 WIB | editor : Perdana

Sepekan 10 Kejadian Pencurian Meteran Air, Incar Solo Utara 

SUDAH  apes tertimpa tangga. Inilah yang dialami pelanggan PDAM Solo. Water air hilang dicuri, proses pergantian baru harus membayar tidak sedikit. PDAM berdalih bahwa  setelah dipasang, maka urusan pengawasan hingga perawatan dibebankan kepada pelanggan. 

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirta Dharma Surakarta  Bayu Tunggul mengatakan, jaringan pipa sebelum meteran, misalnya ada pipa dinas, pipa jaringan, pipa distribusi, pipa transmisi dan lain sebagainya terjadi kerusakan maka menjadi tanggung jawab PDAM. Namun, jaringan dari meteran sampai masuk ke rumah sudah menjadi tanggung jawab pelanggan. Jadi, apabila hilang atau terjadi kerusakan maka mereka harus mengganti Rp 460 ribu per unit. 

“Tapi masyarakat tidak perlu takut, biaya pergantian tidak langsung diberikan saat itu juga. Namun pada saat membayar kewajiban bulanan. Pembayaran juga dapat dicicil lima kali setiap bulan,” papar Bayu.

Bayu menjelaskan, pergantian bebas biaya apabila meteran tersebut sudah usang. Di mana PDAM memiliki program rotasi 6 ribu meteran air setiap tahun tanpa dipungut biaya. “Kalau usia teknis meteran itu layak pakai hingga umur 5-4 tahun, atau putaran speedometer-nya sudah mencapai 10 ribu meter kubik,” katanya.

Bayu membenarkan kalau selama sepekan terakhir sedang masif pencurian meteran air milik pelanggan. Biasanya yang digasak maling adalah meteran yang berada di bangunan kosong atau meteran yang berada di luar halaman rumah. “Sepekan ini sudah ada 10 laporan masuk ke kami,” katanya.

Pihaknya akan melihat selama sepekan lagi. Bila kasus pencurian masih masif, maka pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke polisi. Namun sebenarnya yang tepat untuk melapor adalah pelanggan yang dicuri. Sebab, kejadian ini yang mengalami kerugian secara langsung adalah pelanggan.

Disinggung soal kerugian yang dialami oleh PDAM, tentu PDAM kehilangan air. Namun, Bayu mengatakan belum melakukan perhitungan secara detail. “Selain itu kerugiannya karena air membanjiri lingkungan. Karena setelah mengambil meteran pipanya tidak disumbat oleh pelaku,” paparnya.

Bayu menduga pelaku nekat mencuri water meter itu karena mengincar kuningan dari rangkaian meteran air PDAM yang memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Apabila dijual kiloan, akan laku puluhan hingga ratusan ribu. “Tinggal dikalikan saja berapa meteran yang hilang,” katanya.

Ditambahkan Bayu, kasus pencurian ini sebenarnya musiman. Sejak awal tahun  laporan  yang masuk antara 1 sampai 15 laporan. “Namun tidak semasif sekarang. Saat ini yang menjadi incaran Solo bagian utara,” katanya.

Sebenarnya ada antisipasi, di mana meteran dipasangi boks khusus berlubang untuk petugas mengintip penggunaan air. Jadi bawahnya ditanam, kemudian digembok. Selain itu juga ada program permohonan tutup sementara. “Jadi kalau rumahnya kosong atau ditinggal lama, meteran kami cabut dulu, tapi pelanggan tetap membayar kewajiban berupa ambonemen. Ketika mau menggunakan lagi, tinggal pasang lagi tidak kena biaya,” urai Bayu. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia