Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kostum Unik Daur Ulang Sampah 

09 September 2019, 14: 22: 42 WIB | editor : Perdana

GO GREEN: Kontingen karang taruna Desa Sidowarno, Wonosari saat karnaval di desa setempat, belum lama ini.

GO GREEN: Kontingen karang taruna Desa Sidowarno, Wonosari saat karnaval di desa setempat, belum lama ini. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari mendorong warganya melakukan daur ulang sampah secara terpadu. Seperti terlihat dalam sebuah karnaval di desa setempat, belum lama ini. Seluruh peserta karnaval diminta menggunakan kostum dengan bahan dasar sampah daur ulang.

Karnaval berlangsung di sepanjang jalan penghubung antara Kecamatan Wonosari. Diikuti sekitar 12 kontingen. Diikuti perwakilan dari masing-masing RW di Desa Sidowarno. Mulai dari anak-anak, karang taruna, hingga dewasa.

“Karnaval ini kami angkat tema tema recyle dengan bahan dasarnya sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Jadi mereka manfaatkan sebagai kostum yang digunakan selama tampil. Dibuat sendiri oleh warga dengan kreativitas masing-masing,” jelas Sekretaris Desa Sidowarno Aan Abunaim.

Di Desa Sidowarno, belum ada pengelolaan sampah terpadu. Termasuk fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS). Namun, salah satu dukuh coba merintis bank sampah. Selain memperingati Hari Kemerdekaan Ke-74 RI, karnaval ini juga mengampanyekan pengelolaan sampah. Agar warga sudi memilah sampah. 

“Saya harapkan warga bisa memanfaatkan sampah menjadi berbagai karya yang punya nilai ekonomis tinggi. Bisa juga diolah menjadi pupuk organik. Pemanfaatan sampah ini mampu mendongkrak kesejahteraan warga,” urai Aan.

Diakui Aan, tumpukan sampah hanya dibuang di kubangan rumah warga. “Kalau keinginan kami, sampah yang ada di lingkungan bisa diolah. Yang organik bisa jadi pupuk dan nonorganik dikembangkan jadi kerajinan tangan. Ke depannya, pengelolaan sampah seperti itu bisa direalisasikan,” harapnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia