Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Proyek Jalan Selogiri – Manyaran Dikebut

09 September 2019, 14: 25: 42 WIB | editor : Perdana

PEMANDANGAN ELOK: Jalan penghubung kecamatan Selogiri-Manyaran segera dilebarkan dan dibangun dengan konstruksi beton. Jalan ini juga sebagai jalur alternatif.

PEMANDANGAN ELOK: Jalan penghubung kecamatan Selogiri-Manyaran segera dilebarkan dan dibangun dengan konstruksi beton. Jalan ini juga sebagai jalur alternatif. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pelebaran jalan tembus Selogiri-Manyaran sudah dimulai. Diawali dengan membersihkan ilalang yang berada di sekitar jalan agar semakin lebar. Sementara pengerjaan rabat beton akan dimulai Oktober mendatang.

Jalan sepanjang 2 kilometer (km) tersebut menghubungkan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri dengan Desa Bero, Kecamatan Manyaran.

”Sudah sepekan ini mulai dibersihkan, kita gunakan alat berat," kata Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Nunik Haryuni kemarin (8/9).

Menurut Nunik, jalan yang sudah dibersihkan dari ilalang sudah menembus 1,7 Km. Lebar jalan bervariasi sekitar 4 meter sampai 8 meter.

”Nantinya akan di rabat beton, dilaksanakan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III,” kata Nunik.

Pembangunan jalan tersebut sudah direncanakan sejak awal tahun. Termasuk prioritas karena menghubungkan dua kecamatan. Jalan itu sudah ada sejak zaman dahulu sebagai jalur perdagangan warga Manyaran ke Kepatihan. Seiring berjalannya waktu warga Manyaran tak menggunakannya lagi karena jalan semakin sulit diakses.

”Sulit diakses karena melewati perbukitan, hutan, berkelok-kelok, menanjak, dan menurun. Jalan itu nantinya dibangun dengan dicor dan akan bisa dilalui mobil,” katanya.

Nunik meyakini, jalan tembus itu akan meningkatkan ekonomi warga Kepatihan. Warga Bero dan sekitarnya akan memilih pergi ke pasar di Kepatihan daripada pusat perdagangan lainnya. Pasar di Kepatihan lebih dekat dan mudah diakses.

Begitu pula sebaliknya, warga Kepatihan akan lebih mudah bepergian ke Manyaran melalui Bero. Saat ini banyak warga Kepatihan yang menjalankan kegiatan niaga di Manyaran. Bahkan pembukaan jalan ini akan mempersingkat waktu tempuh yang semula 1 jam lebih, menjadi tidak sampai 30 menit.

”Kalau jalannya sudah jadi, nanti pastinya Pasar Krumpyung atau Pasar Rejosari di Kepatihan akan lebih ramai. Dari Wonogiri-Wuryantoro-Manyaran itu 29 kilometer, lalu Wonogiri-Bulu-Sanggang-Manyaran itu sekitar 24 km. Kalau jalan ini tembus, paling hanya 11 kilometer," katanya.

Selain diyakini akan dapat meningkatkan ekonomi melalui sektor pasar, jalan tembus akan berdampak pada peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata.

”Tanpa harus menunggu banyak improvisasipun sudah banyak titik-titik potensi alam yang berpeluang usaha wisata, baik wisata kuliner, wedangan pandang alam, area outbond, area camping,  Villa, area trabas, area nongkrong kekinian, masih sangat banyak lagi peluangnya," katanya.

Meski begitu, Nunik tetap mengembalikan kepada masyarakat setempat, apakah mau menangkap peluang itu atau membiarkan orang lain yang akan mendahului menangkap peluang itu. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia