Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kekeringan, Tanah Dibor 70 Meter Air Sumur Tak Keluar

09 September 2019, 14: 34: 17 WIB | editor : Perdana

KERJA KERAS: Pengeboran sumur di Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Gondangrejo belum sesuai harapan karena tidak mengeluarkan air. Warga setempat masih kesulitan air bersih.

KERJA KERAS: Pengeboran sumur di Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Gondangrejo belum sesuai harapan karena tidak mengeluarkan air. Warga setempat masih kesulitan air bersih. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Upaya pengeboran sumur di daerah terdampak kekeringan Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo belum membuahkan hasil. Sebanyak 145 kepala keluarga (KK) masih kesulitan air bersih.

Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat mengatakan, pengeboran sumur di Dusun Ngrawan sempat dihentikan selama satu pekan. Lantaran air yagn keluar dari sumur sangat kecil. Bahkan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan air bersih satu kampung. Padahal, pengeboran sudah sedalam sekitar 70 meter.

”Kekeringan di desa kami belum teratas. Masyarakat masih mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun donatur lainnya. Karena setelah dibor, airnya sangat kecil dan belum bisa mencukupi,” kata Syarif, kemarin (8/9).

Di sisi lain, proses pengeboran masih akan dilanjutkan agar air yang keluar semakin besar. Namun, petugas pengeboran juga kesulitan air untuk memudahkan proses tersebut. Mereka juga menunggu bantuan air.

”Ya mau tidak mau tetap menunggu bantuan ari bersih mas, pemerintah desa tetap mengupayakan untuk mengajukan ke pemerintah daerah. Sembari nanti dilakukan proses pengeboran lagi, dan pekan depan infonya mau diboor lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui, kekeringan di Gondangrejo yang sebelumnya terjadi di satu kampung kini meluas menjadi satu dusun. Sebanyak 145 KK masih kekurangan air bersih. Beberapa bantuan air dari pemerintah dan kelompok komunitas hanya dapat digunakan maksimal 2 hari per satu tangkinya ukuran 7.000 liter.

”Dulu saat baru satu dukuh saja, 5.000 liter itu cukup untuk 3 hari. Sekarang 7.000 liter itu hanya cukup untuk kebutuhan warga paling 2 hari. Saking banyaknya masyarakat yang membutuhkan,” jelas Kepala Dusun Ngrawan, Wahyudi. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia