Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Uang Saku Dewan Terkumpul Rp 500 juta

09 September 2019, 14: 39: 58 WIB | editor : Perdana

DISUMBANGKAN: Uang saku salah satu anggota DPRD Sragen dibongkar.

DISUMBANGKAN: Uang saku salah satu anggota DPRD Sragen dibongkar. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pendapatan seorang anggota DPRD Sragen di luar gaji cukup fantastis. Hal itu dibuktikan oleh K.H Syarif Hidayatullah, ayah salah seorang angota DPRD Sragen periode 2014-2019, Bombong Lukito Samudro.

Dia membuka tas berisi amplop yang dikumpulan putranya selama menjabat. Namun uang amplop itu tidak digunakan sepeserpun. Karena dirasa tidak jelas asalnya. Bahkan karena lugunya, uang saku pertama untuk kunker ditulisi Syubhat. Artinya samar-samar antara halal dan haram.

”Sejak pertama menjadi anggota dewan, setiap amplop yang diterima dikumpulkan jadi satu dimasukkan dalam tas,” terangnya saat ulang tahun Pondok Pesantren Nurul Huda kemarin (8/9).

Untuk memastikan jumlahnya, uang dihitung langsung di lapangan ponpes dengan disaksikan ulama-ulama yang hadir. Seperti Gus Miftah dan K.H Syukron Makmun. Dan juga forkompimca serta ribuan santri. Totalnya terkumpul Rp 531.225.000. Uang itu lantas dia sumbangkan untuk membangun gedung sekolah ataupun madrasah.

Sementara itu, K.H Syukron Makmun selaku Ketua Forum Ulama Habaib (Fuhab) menegaskan, seorang kyai boleh berbicara tentang politik. Ulama berusia 77 tahun ini menegaskan banyak ulama besar menulis tentang kitab tata negara. ”Boleh sebagai ulama untuk bicara tentang politik, namun juga harus sesuai dengan kaidah islam,” bebernya.

Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) K.H Syukron Makmun meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang meneladani akhlak nabi. Yakni Sidik, Fatonah, Tablig dan Amanah. ”Jadi pilih pemimpin yang mengikuti akhlak nabi,” serunya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia