Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pemkab Karanganyar Kembangkan 110 Hektare untuk Padi Organik

09 September 2019, 15: 09: 07 WIB | editor : Perdana

AUDIENSI: Kabupaten Karanganyar ditunjuk sebagai salah satu pilot project pengembangan bisnis padi organik.

AUDIENSI: Kabupaten Karanganyar ditunjuk sebagai salah satu pilot project pengembangan bisnis padi organik. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar ditunjuk sebagai salah satu lokasi pengembangan kluster bisnis padi organik di Indonesia. Kementerian Pertanian yang akan mengembangkan kluster tersebut.

Deputi Agrobisnis Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementrian Pangan dan Pertanian Republik Indonesia, bersama sejumlah teknisi pertanian dari akademis dan salah satu perusahaan pupuk mengikuti audiensi bersama pemkab, Selasa (3/9).

Asisten Deputi Agrobisnis Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementrian Pangan dan Pertanian Yuli Sri Wilanti mengungkapkan, sebelumnya telah menunjuk dua wilayah yakni Karanganyar dan Ponorogo untuk mengembangkan kluster bisnis pertanian organik. Karanganyar dianggap mampu mengembangkan bisnis tersebut. Apalagi didorong kelompok tani Tani Mulyo yang sudah berhasil mengembangkan produk beras organik.

”Kita sengaja menginisiasi pengembangan klaster tersebut. Nanti akan menjadi pilot project dalam pengembangan klaster binis padi,” kata Yuli.

Pihaknya telah menunjuk lima kelompok tani di Karanganyar. Lahan dibutuhkan sekitar 110 hektare dan melibatkan 400 petani.

”Dari 110 itu, sebagian besar sudah tanaman organik, dan sisanya nanti akan kita dorong untuk menuju ke organik. Karena dari kementerian sendiri mengharapkan agar klaster ini mempunyai karakteristik yang berbeda,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Sutarno mengharapkan, rencana pengembangan ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pertanian. Baik dari sarana dan prasarannya. Serta pengembangan pengelolaan mulai dari hulu sampai hilir.

”Muali dari pengeolalan tanaman kemudian tanah akan dipantau. Pemasarannya nanti juga akan didukung oleh kementerian. Lalu untuk penyertaan modal nanti bisa dikerjasamakan dengan BUMDes, dan kelompok tani yang saat ini sudah berjalan,” jelasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia