Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Oknum Calon Kades Nekat Utang ke Bupati, buat Modal Beli Suara Pemilih

09 September 2019, 22: 10: 35 WIB | editor : Perdana

Bupati Sragen saat pengukuhan satgas anti money politic

Bupati Sragen saat pengukuhan satgas anti money politic (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Praktik kotor politik uang atau money politic masih mewarnai kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades). Bahkan, ada oknum calon kades (cakades) yang nekat meminjam uang ke bupati sebagai modal untuk membeli suara pemilih.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui, dia masih mendapati cakades yang berniat pinjam uang untuk tembakan demi meraup suara. 

”Di saat Pemkab Sragen gencar memberantas praktik politik uang, ada saja tingkah oknum cakades yang terang-terangan pinjam uang untuk beli suara. Jadi selama ini saya gembar-gembor enggak ada yang dengerin?” ujar Yuni di sela-sela acara pengukuhan satgas anti-money politic, Senin (9/9).

Yuni mengeluhkan, sejak sistem pemilu diubah menjadi pilihan langsung, sedikit demi sedikit segala sesuatunya berubah menjadi transaksional. Melihat pengalaman beberapa kali gelaran pemilihan langsung, baik pilpres, pileg maupun pilgub, tidak bisa lepas dari praktik jual beli suara. 

”Ini yang ingin kita kikis. Kita semua berharap kepala desa terpilih adalah seorang pemimpin yang mengedepankan kejujuran. Sehingga akan melayani masyarakat sepenuh hati tanpa perlu berpikir untuk mengembalikan utang,” tegas Yuni.

Dia menilai banyak cakades yang masih belum bisa membedakan antara politik uang dengan janji politik. Agar warga mau memilih, seorang cakades boleh saja menjanjikan pembangunan jalan ataupun perbaikan infrastruktur. 

”Kalau menyampaikan akan membangun, itu namanya janji politik. Sah saja. Tapi kalau memberi sejumlah uang kepada warga di RT tertentu. Kemudian, kalau suaranya sedikit, uangnya diminta lagi, itu money politic. Ini yang akan kita berantas,” papar dia.

Dia menyampaikan semua aduan terkait money politic harus diproses. Jika memenuhi unsur pidana, akan diproses oleh aparat penegak hukum. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia