Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

24 Senpi Digudangkan, 15 Berdebu, Anggota Kena Sanksi Push-up

10 September 2019, 13: 55: 58 WIB | editor : Perdana

SYARAT KETAT: Divisi Propam Polresta Surakarta mengecek senpi yang dipegang anggota kemarin (9/9). Ini guna memastikan tidak ada pelanggaran. 

SYARAT KETAT: Divisi Propam Polresta Surakarta mengecek senpi yang dipegang anggota kemarin (9/9). Ini guna memastikan tidak ada pelanggaran.  (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Puluhan senjata api (senpi) jenis pistol yang dipegang anggota Polresta Surakarta sementara dikandangkan. Sebab, surat izin pemegangan senpi sudah kedaluarsa.

Temuan ini didapati saat Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Surakarta menggelar pengecekan, Senin (9/9).

Kasi Propam Polresta Surakarta AKP Riyadi mengatakan, pemeriksaan senpi guna mengantisipasi penyalahgunaan dan perawatan yang tidak sesuai oleh anggota kepolisian.

“Kalau dari data kita ada 169 anggota yang memegang senpi jenis pistol secara melekat. Namun karena hari ini (kemarin) ada agenda Haornas (Hari Olahraga Nasional), ada yang tugas pengamanan dan ikut menjadi peserta. Maka baru 69 pucuk yang kita periksa. Dari jumlah itu, 24 pucuk surat izinnya  berlakunya sudah habis dan kita gudangkan sementara,” beber Riyadi.

Masa berlaku surat izin senpi hanya satu tahun. Untuk memperbaruinya, anggota harus mengikuti tes psikologi dan mengajukan pemeriksaan oleh pengamanan internal Polri (Paminal), serta mendapat rekomendasi dari pimpinan masing-masing, yakni setingkat kabag, kasat, dan kapolsek. 

“(Pemberian) izinnya cukup ketat. Karena ini (senpi) sangat riskan dan rentan disalahgunakan. Kalau anggota temperamen, tidak stabil emosinya, maka tidak akan direkomendasikan memegang senpi,” urai Riyadi.

Sebab itu, bila saat ini anggota bersangkutan memiliki izin memegang senpi, belum tentu pada tahun selanjutnya mengantongi izin serupa. Selain menggudangkan puluhan senpi, terdapat 15 pucuk senpi kotor. Anggota yang memegang senpi mendapatkan sanksi push-up.

Ditegaskan Riyadi, tidak ada toleransi terhadap senpi yang kotor. Sebab, dampak yang ditumbulkan bisa fatal. Seperti macet saat hendaka digunakan.

“Rata-rata debunya ada di selongsong, di pelatuk, di larasnya. Kalau dibiarkan akan mengganggu fungsi senpi. Bisa membuat macet dan sangat berbahaya bagi anggota,” tandas Riyadi.

Soal jenis senpi yang dibawa anggota, Riyadi menyebut jenis terbaru, yakni HS-9 dan MAG 4. Terkait kasus penyalahgunaan senpi terjadi pada 2015 dan 2017 dan seluruhnya telah menjalani proses hukum. “TKP penyalahgunaanya bukan  di Solo. Yang tahun 2015 di Klaten. Tahun 2017 di Tegal kota,” pungkasnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia