Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Suhu Memanas Jelang Pilkades, Polres Banjir Laporan Money Politics

10 September 2019, 16: 30: 42 WIB | editor : Perdana

AKUR: Calon kepala desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo saat pengambilan nomor beberapa waktu lalu. Jelang pilkades, isu money politics merebak.

AKUR: Calon kepala desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo saat pengambilan nomor beberapa waktu lalu. Jelang pilkades, isu money politics merebak. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sragen pada 26 September mendatang, sejumlah persoalan mulai muncul dari berbagai wilayah.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku masih mendapati calon kepala desa (cakades) yang berniat pinjam uang untuk tembakan demi meraup suara. Di sisi lain, Polres Sragen juga menerima laporan pelanggaran dalam pengelolaan dana desa oleh sejumlah cakades.

Bupati Yuni mengaku sejumlah oknum cakades nekat mencoba bermain money politics.”Di saat Pemerintah Kabupaten Sragen gencar memberantas praktik politik uang, ada saja tingkah oknum cakades yang terang-terangan pinjam uang untuk beli suara. Jadi selama ini saya gembar-gembor nggak ada yang dengerin?” keluh Yuni saat Pengukuhan Satgas Anti Money Politik Dan Penandatanganan Pakta Integritas Dan Deklarasi Damai Pilkades 2019 kemarin (9/9)

Pemkab sudah berkali-kali sosialisasi larangan politik uang. Namun seolah-olah tidak mempan. Menurutnya, sejak sistem pemilu diubah menjadi pilihan langsung, sedikit demi sedikit segala sesuatunya berubah menjadi transaksional.

”Ini yang ingin kita kikis. Kita semua berharap kepala desa terpilih adalah seorang pemimpin yang mengedepankan kejujuran. Sehingga akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati tanpa perlu berfikir untuk mengembalikan utang,” serunya.

Sementara itu, Polres Sragen menerima laporan dugaan penyimpangan dana desa di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh dan Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang. Adapula dugaan money politics salah satu kades di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengakui cukup banyak aduan menjelang pilkades ini. Diantarannya masalah pengelolaan dana desa dan indikasi suap menjelang pilkades.

”Pengaduan saat ini tetap dalam tindaklanjut pihak kepolisian. Hanya saja untuk menjaga kondusifitas menjelang pilkades, dua kasus tingkat desa kita tunda dulu hingga pilkades selesai,” bebernya.

Sementara satgas anti money politik Desa Toyogo Tri Hartono secara resmi telah melaporkan indikasi suap salah satu calon kades. Pasalnya, dia mengindikasi tindak pidana penyuapan di 5 RW. Kisarannya Rp 50 juta dan Rp 20 juta.

”Semua kampung ini dijanjikan, apabila menjadi kepala desa uang yang telah diserahkan tidak kembali. Tetapi apabila tidak terpilih, uang diminta kembali calon kades bersangkutan," ungkap Tri Hartono.

Dia mendesak untuk menjaga obyektivitas dalam Pilkades, pihak kepolisian harus mengusut indikasi money Politic itu. Karena jika indikasi money Politic dibiarkan, rentan terjadinya konflik di masyarakat.

”Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tak kondusif, lantaran bisa terjadi kerusuhan gesekan ditingkat bawah,” ujarnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia