Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pelantikan Anggota DPRD, Dituntut Jaga Integritas dan Sumpah Janji

10 September 2019, 16: 37: 20 WIB | editor : Perdana

RESMI: Prosesi pelantikan anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024.

RESMI: Prosesi pelantikan anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sebanyak 45 anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024 dilantik di gedung dewan lawas Jalan Veteran, Sukoharjo, Senin (9/9). Mereka diminta langsung tancap gas menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, tidak sedikit kursi tamu undangan kosong. Itu karena eks anggota dewan yang mencalonkan kembali pada pemilihan legislatif (pileg) 2019-2024 tapi tak terpilih enggan hadir.

“Sebanyak 14 eks anggota DPRD memilih tak hadir meskipun sudah mendapatkan undangan,” terang Ketua DPRD Sukoharjo periode 2014-2019 Nurjayanto. 

Sementara itu, pengambilan sumpah janji anggota DPRD baru dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo Hariyadi. Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda).

Dalam sambutannya, bupati berpesan kepada anggota dewan terpilih selalu menjunjung tinggi integritas dan sumpah janji. "DPRD adalah mitra pemerintah daerah dalam membuat kebijakan sesuai kewenangan, tugas dan fungsi," katanya. Sebab itu, Wardoyo berharap para legislator saling mendukung program-program pemkab dalam memajukan pembangunan di Sukoharjo.

Di lain sisi, sebelum ada unsur pimpinan dewan definitif, ditunjuk ketua dan wakil ketua sementara berdasarkan perolehan kursi terbanyak pertama dan kedua. Yakni sebagai ketua sementara Wawan Pribadi dari PDIP dan wakil ketua sementara Eko Sapto Purnomo dari Partai Gerindra.

Menurut Wawan, ketua dan wakil ketua dewan sementara tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

"Untuk itu mohon perhatian kepada pimpinan parpol suara terbanyak untuk mengusulkan pimpinan DPRD dan semua parpol yang memperoleh kursi DPRD menyampaikan pembentukan fraksi sekaligus struktur fraksi yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan anggota," urai dia.

Ditambahkan Wawan, mengacu PP Nomor 12, setiap fraksi beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD. Jika jumlah tersebut tak terpenuhi, maka anggota dewan dari Parpol tersebut dapat bergabung dengan fraksi lain atau membentuk paling banyak dua fraksi gabungan.

Di hari yang sama, puluhan anggota Gerakan Anti Korupsi Indonesia dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sukoharjo menggelar aksi demo di depan gedung dewan. Mereka meminta anggota dewan tidak melupakan janji-janji mereka. 

"Kami menagih janji pemenuhan fasilitas indoor gedung olahraga. Kenapa fasilitas olahraga di Sukoharjo minim sekali," terang koordinator lapangan aksi Joko Cahyono. Tuntutan tersebut disampaikan pada Ketua DPRD periode 2014-2019, Nurjayanto didampingi para wakil ketua.

Joko juga mempertanyakan pelantikan anggota DPRD yang tidak digelar di gedung anyar. “Kami menyayangkan hal itu. Padahal anggaran untuk gedung besar,” tandas dia.

Selain berorasi, massa juga menyerahkan  petisi kepada Ketua DPRD Sukoharjo periode 2014-2019 Nurjayanto. Isinya antara lain senantiasa menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasilka, UUD 1945, Kebinekaan dan Merah Putih.

Selanjutnya mendukung kinerja KPK, menjauh dan menghindari tindak pidana korupsi, tidak menyalahgunakan wewenang  dan kebijaksanaan, menghindari narkoba, mengutamakan kepentingan rakyat, dan sebagainya.

"Kami siap menjalankan amanah. Aspirasi dari GAKI juga sudah jadi perencanaan pemkab saat ini," ungkap dia.

Terkait fasilitas indoor olahraga akan dipertimbangkan dan menjadi salah satu pembahasan. Nurjayanto menyebutkan jika di Taman Pakujoyo akan dibuat fasilitas olahraga air. "Aspirasi kami tampung dan akan kami sampaikan ke bupati Sukoharjo," pungkasnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia