Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Dam Pakis Kritis, Cadangan Air Menipis

10 September 2019, 16: 45: 58 WIB | editor : Perdana

TERDAMPAK KEMARAU: Lahan Dam Pakis yang mengering ditanami kacang oleh warga setempat.

TERDAMPAK KEMARAU: Lahan Dam Pakis yang mengering ditanami kacang oleh warga setempat. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Dam Pakis di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri dalam kondisi kritis. Cadangan air menyisakan 10 persen di bendungan seluas 1,5 hektar itu. 

Hanya tampak daratan yang ditanami kacang. Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Kepatihan Nunik Haryuni mengamini kondisi Dam Pakis kritis. "Pada MT (masa tanam) II ini sudah tidak bisa untuk mengairi area persawahan," ujarnya, Senin (9/9). 

Menurut Nunik, luas area sawah basah di Desa Kepatihan sekitar 80 hektare. Dari jumlah tersebut, 24 hektare di antaranya adalah sawah bengkok. Awalnya, Dam Pakis mampu mengairi sekitar 59 hektare sawah basah. Namun, saat ini hanya mampu mengairi sekitar 40 hektare dalam kondisi normal. 

“Kondisi Dam Pakis sudah kami laporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Kita minta dam dikeruk," ucap dia.

Ditambahkan Nunik, petugas BBWSBS sudah survei namun perlu penelitian serta kajian lebih dalam sebelum dam dikeruk. Sebab, sejak kali pertama dibangun, dam belum pernah dikeruk. “Survei sudah dilakukan tiga kali. Tahun lalu juga minta dikeruk, karena alasan teknis batal,” tutur dia. 

BBWSBS, lanjut Nunik, harus mengetahui riwayat dam, kapasitas, dan potensi airnya. Karena pengerukan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. "Minimal tahu batas awal pembuatan dahulu seberapa jauh kedalamannya. Jadi bisa terukur kedalaman sedimentasi sampai saat ini,” ujarnya.

Nunik berharap, setelah diketahui detail kedalaman sedimentasi Dam Pakis, dapat segera ditindaklanjuti dengan pengerukan. Termasuk pembuatan tandon baru dengan memanfaatkan material sedimentasi. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia