Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Desak Ganjar Tetapkan Penlok, Usulan Dua Kaki Exit Tol Belum Disetujui

10 September 2019, 17: 34: 01 WIB | editor : Perdana

Desak Ganjar Tetapkan Penlok, Usulan Dua Kaki Exit Tol Belum Disetujui

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani berharap titik penetapan lokasi (penlok) Tol Solo-Jogja segera ditetapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebagai dasar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam mengambil kebijakan. Terkait dampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Sejauh ini, bupati belum mengetahui titik-titik mana saja yang bakal terimbas proyek tol. Karena berhubungan dengan persiapan anggaran dampak tol dalam APBD Perubahan 2019.

 “Saya berharap gubernur segera menyetuji penlok itu jika sudah ada. Agar kami cepat bergerak dan mengetahui mana saja titiknya. Kalau sampai saat ini memang belum ada perkembangan lebih lanjut,” urai Sri Mulyani, kemarin (9/9).

Masih ada satu usulan pemkab yang belum direstui. Yakni penambahan exit tol menjadi dua kaki di Kecamatan Polanharjo. Sesuai rencana awal, exit tol di Polanharjo hanya mengarah ke jalan arteri Solo-Jogja. Pemkab mengusulkan tambahan satu kaki, mengarah ke Jalan Jatinom-Tulung. Sebab kawasan ini bakal dikembangkan jadi sentra industri.

“Harapannya dengan penambahan kaki keluar tol ke arah Jalan Raya Jatinom-Tulung, mempermudah aksesnya. Memang belum disetujui. Masih kami upayakan untuk direalisasikan,” ucapnya.

Terkait usulan penambahan kaki, juga berkaitan dengan kemudahan akses menuju objek wisata. Satu di antaranya Umbul Ponggok. Sedangkan exit tol yang sudah pasti yakni di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo; Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo; dan Kecamatan Ngawen.

Sementara itu, bupati mengimbau masyarakat tetap tenang selama belum ada penlok tol dari gubernur. Jangan mudah terprovokasi. “Percayakan kepada pemkab, kecamatan, dan kepala desa. Warga yang tanahnya terkena dampak tol dipastikan mendapat ganti untung,” bebernya.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten Joko Suprapto menyatakan total lahan di Klaten yang terdampak tol sekitar 600 hektare. “Dari jumlah itu, 73 persen lahan pertanian dan 17 persen pemukiman,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia