Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Musim Tanam Tembakau, Harga Pupuk Meroket

10 September 2019, 17: 40: 51 WIB | editor : Perdana

APES: Petani panen tembakau di Kecamatan Musuk.

APES: Petani panen tembakau di Kecamatan Musuk. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Memasuki musim tanam tembakau, petani di Kabupaten Boyolali kelimpungan. Sebab harga pupuk mahal. Belum cukup penderitaan, stoknya pun terbilang langka.

Seperti pengakuan petani tembakau di Kecamatan Musuk Janto, 45. Setiap masa tanam, butuh 4-5 karung pupuk.

“Biasanya Rp 75 ribu per sak. Tapi saat tiba masa pemupukan, harganya mencapai Rp 125 ribu. Ya kami hanya bisa menurut saja karena memang butuh,” keluhnya, kemarin (9/9).

Kelangkaan pupuk juga dialami Tarto, 56. Para petani tidak mengetahui penyebabnya. Mereka menduga ada permainan dalam distribusi pupuk ke petani tembakau. Petani berharap masalah ini segera terpecahkan. Karena memasuki musim kemarau, petani hanya mengandalkan tanaman tembakau.

“Lonjakan harga pupuk mencekik petani. Pupuk terpaksa harus dikurangi untuk menekan biaya produksi,” bebernya

Komoditas tembakau tersebar di kawasan lereng Gunung Merapi-Merbabu. Terutama di Kecamatan Musuk, Tamansari, Selo, Cepogo, Ampel, dan Gladagsari. ”Tak butuh banyak air. Hasilnya lumayan bagus dibandingkan panen jagung, pepaya, atau tanaman pangan lainnya,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia