Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Pilkada Surakarta

PAN, Golkar dan PSI Beri Sinyal Merapat ke PDIP

11 September 2019, 11: 41: 55 WIB | editor : Perdana

PAN, Golkar dan PSI Beri Sinyal Merapat ke PDIP

SOLO - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surakarta 2020 diperkirakan menjadi panggung tunggal bagi PDIP. Sebagai pemilik suara mayoritas, partai berlambang banteng moncong putih di atas kertas tak akan terkalahkan. Bahkan dua partai yang duduk di parlemen, PAN dan Partai Golkar, dikabarkan bakal merapat ke kandang banteng.

Ketua DPD PAN Kota Surakarta Achmad Sapari akan melihat beberapa sosok yang memiliki potensi untuk duduk di kursi wali kota lima tahun mendatang. Jika calon yang muncul membawa visi misi sama seperti visi misi partainya, maka dipastikan PAN akan mendukung. Termasuk calon yang diusung PDIP. “Kalau calon yang dibawa PDIP sama, ya kami merapat,” ujarnya, Selasa (10/9). 

Hingga saat ini dari beberapa tokoh yang muncul baik di internal maupun di media massa, PAN menganggap Achmad Purnomo masih menjadi sosok yang paling potensial untuk menduduki kursi AD1 (wali kota). Apalagi pria yang kini menjadi wakil wali kota tersebut memiliki hubungan baik dengan partai berlambang matahari bersinar tersebut. Pada pilkada 2005, PAN mengusung Achmad Purnomo sebagai calon wali kota bersama Istar Yuliadi. “Karena sampai saat ini ketokohan di Solo belum ada yang melebihi Pak Pur (Achmad Purnomo),” tegasnya.

Jika benar-benar PAN menjagokan Achmad Purnomo, maka partai yang memiliki tiga kursi di DPRD Surakarta itu harus merapat ke PDIP. Sebab, berdasarkan beberapa kabar dari kadernya, PDIP akan mengusung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa pada pilkada tahun depan. “Kita harus realistis. Buat apa melawan (PDIP) kalau pasti kalah, kita kehabisan tenaga nanti,” ucap Sapari.

Sinyal merapat ke Brengosan juga diberikan Partai Golkar. Partai dengan lambang pohon beringin ini memilih bersama PDIP dibandingkan dengan koalisi di luar partai mayoritas. Menurut sumber internal Partai Golkar, partai dengan warna khas kuning itu gagal meminang satu tokoh nasional untuk maju di Pilkada Solo 2020. 

Anggota DPRD Surakarta dari Partai Golkar Taufiqurrahman tidak membenarkan, namun juga tidak membantah informasi tersebut. Dia mengaku masih melihat-lihat calon-calon yang muncul di permukaan. “Jangan manas-manasi dulu. Kami sampai saat ini belum ada yang mendekati,” katanya. 

Berbeda dengan dua partai ini, PKS sudah memunculkan tiga kader internalnya untuk bertarung dalam pilkada. Mereka adalah Abul Kharis Almasyhari (ketua Komisi I DPR RI), Muhammad Fajri (mantan anggota DPRD Surakarta 2004-2009), Sugeng Riyanto (anggota DPRD Surakarta 2014-2019, 2019-2024). Namun, bila ingin maju PKS harus menggandeng partai lain karena mereka hanya memiliki lima kursi di DPRD Surakarta. Sementara Gerindra dengan tiga kursi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan satu kursi belum menentukan sikap. Namun, PSI sendiri sudah jauh hari tidak mau berkoalisi dengan PKS.

Di sisi lain jumlah minimal partai untuk mencalonkan diri adalah sembilan kursi. Bila PKS dan Gerindra bergabung, juga belum memenuhi syarat. Artinya, ada kemungkinan terjadi calon tunggal dari parpol dan peluang lain lewat calon independen. “Dari DPP tidak mungkin PSI berkoalisi dengan PKS di semua pilkada,” ujar anggota DPRD Surakarta dari PSI Antonius Yogo Prabowo sebelumnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia