Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Galang Dukungan Kampus, Tolak Pelemahan KPK

11 September 2019, 13: 06: 57 WIB | editor : Perdana

Galang Dukungan Kampus, Tolak Pelemahan KPK

SOLO - Penolakan terhadap revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) terus bergema. Pusat Studi Transparansi Publik dan Antikorupsi (Pustapako) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan tegas segala bentuk pelemahan terhadap lembaga antikorupsi tersebut.

“Secara tegas kami mendeklarasikan mendukung KPK. Kami bersama KPK. Dan kami menolak segala bentuk pelemahan terhadap KPK. Kami bersama para dosen dan pegiat antikorupsi di UNS sepakat itu,” beber Ketua Pustapako UNS Bayu Sangka, kemarin.

Pustapako merespon negatif terkait revisi UU KPK. Bayu dan pegiat antikorupsi UNS lainnya merasa sangat risau dengan perubahan UU KPK tersebut. Menurutnya, hasil revisi UU KPK jelas melucuti kewenangan KPK. Bahkan itu tampak nyata meski hanya dilihat secara sekilas saja.

“Mulai dari penyidikan, penyadapan, sampai pengusutan dan lain sebagainya harus melewati birokrasi yang berbeli-belit. Muaranya, sampai pada pelemahan institusi KPK. Kami juga khawatir dengan proses pemilihan pimpinan KPK yang terjadi minggu lalu. KPK seolah-olah sedang dikerdilkan,” tegasnya.

Bayu menyadari, sulit menjadi sebuah lembaga yang independen. Dari 1.600 akademisi di UNS, pihaknya baru mendapat 28 tanda tangan pernyataan sikap dukungan penolakan revisi UU KPK ini.

“Jumlah ini masih sangat kecil. Masih butuh banyak tanda tangan lagi untuk memperkuat dukungan kami terhadap pelemahan KPK,” sambungnya.

Bayu dan pegiat antikorupsi di UNS sudah berkoordinasi dengan pegiatan antikorupsi di seluruh Indonesia. Baik pusat studi maupun jaringan universitas. Dia mencatat sudah terkumpul sebanyak 1.800 akademisi yang tegas menolak pelumpuhan KPK.

“Untuk pusat studi dan lembaga independen yang bergerak di bidang antikorupsi sudah ada lebih dari 30 lembaga, institusi, dan perguruan tinggi di Indonesia,” imbuhnya. (aya/bun

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia