Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Penyaluran Beras BPNT akan Ditambah

11 September 2019, 14: 17: 45 WIB | editor : Perdana

UNTUK RAKYAT: Beras BNPT di gudang Bulog Subdivre III Surakarta.

UNTUK RAKYAT: Beras BNPT di gudang Bulog Subdivre III Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perum Bulog Subdivre III Surakarta memastikan ada penambahan penyaluran beras melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT). Sesuai susulan surat edaran Menteri Sosial (Mensos) Agus Guniwang Kartasasmita. Terkait kebijakan ini, Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Mika Ramba Kendenan mengaku masih menunggu kebijakan dari pemerintah daerah. 

Sebagai catatan, Mensos menunuuk Perum Bulog sebagai manajer suplier BPNT di daerah. Ada sedikit perbedaan untuk sistemnya. Diharapkan para pengusaha lokal yang selama ini jadi suplier di e-warong tidak perlu terganggu.

Mika menyebut program BNPT merupakan tanggung jawab bupati atau wali kota setempat. Terkait arahan Menteri Sosial, hanya bersifat edaran. Sedangkan suplai BPNT dari Bulog ke e-warong merupakan kewenangan pemerintah daerah.

“Sejauh ini, terkait program BPNT kami hanya mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. Kami drop beras sampai e-warong. Tetapi jika tatanan sudah terbentuk, maka penyalur bisa mengambil di gudang Bulog. Tergantung bagaimana musyawarah dengan pemda. Harus ada sinergi,” jelas Mika, kemarin (10/9). 

Ditambahkan Mika, surat edaran yang diterima berlaku per September. Artinya, penambahan penyaluran beras melalui BPNT oleh Bulog seharusnya sudah dapat dilakukan. Selama ini, Bulog hanya menyalurkan di beberapa daerah. Seperti Kabupaten Sragen, Sukoharjo, dan Boyolali. 

Volume beras yang disalurkan melalui BPNT sekitar 180 ton per bulan. Rinciannya, jumlah keluarga peneriman manfaat (KPM) sebanyak 4.250 di Kabupaten Boyolali. Di Sragen sebanyak 14.500 KPM dan 984 KPM di Kabupaten Sukoharjo. 

Di Kota Solo, ada kemungkinan Bulog ditunjuk sebagai penyalur. Namun tidak menyasar semua KPM. Selain itu, Kabupaten Sragen juga akan menambah jumlah KPM. “Terpenting penyalurannya harus berpegang pada 6T. Yaitu tepat sasaran, waktu, kualitas, kuantitas, administrasi, dan tepat harga,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia