Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kesadaran Minim, Dalam 14 Hari Terjadi 3.900 Pelanggaran Lalu Lintas

11 September 2019, 14: 35: 59 WIB | editor : Perdana

TKP LAKA: Kecelakaan antara pengendara motor dengan bus Sugeng Rahayu terjadi di depan SMPN 1 Masaran.

TKP LAKA: Kecelakaan antara pengendara motor dengan bus Sugeng Rahayu terjadi di depan SMPN 1 Masaran. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih sangat minim. Terbukti, selama 14 hari digelar Operasi Patuh Candi 2019 mulai Kamis (29/8), terjadi 3.900 pelanggaran lalu lintas. Jumlah tersebut jauh melebihi target.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mengatakan, selama operasi pihaknya menargetkan jumlah pelanggaran lalu lintas bisa ditekan maksimal menjadi 200 kasus per hari. Namun, faktanya jumlah pelanggaran lalu lintas selama 14 hari operasi mencapai 3.900 kasus. Itu berarti rata-rata per hari terjadi 400 pelanggaran.

”Jumlahnya lebih dari target kami hingga 210 persen. Ini bukan hal bagus karena masyarakat masih belum sadar keselamatan berlalu lintas,” ujar Dani, Selasa (10/9). 

Seperti kemarin pagi, terjadi kecelakaan lalu lintas antara pengendara motor dengan bus Sugeng Rahayu yang memakan korban jiwa. Kecelakaan bermula saat motor Honda Supra 125 dengan nomor polisi (nopol) AD 3231 AJE yang dikendarai Suwarno, 54, berjalan dari arah utara. 

Ketika sampai di depan SMPN 1 Masaran, Suwarno berusaha menghindari mobil di depannya dengan membanting motor ke arah kanan. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul bus Sugeng Rahayu bernopol W 7207 UZ jurusan Jogja-Surabaya. Bus yang dikemudikan Hariyadi, 33, warga Dusun Tampo RT 39/19, Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Ponorogo, langsung menabrak pengendara motor.

Korban yang merupakan warga Dusun Gandu RT 4/2, Karang Tengah, Sragen itu meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara semua penumpang bus selamat, tak ada yang terluka.

”Selama digelar Operasi Patuh Candi ada dua korban meninggal akibat kecelakaan. Termasuk hari ini (kemarin),” ujar Dani mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Selain dua kecelakaan dengan korban jiwa, selama operasi juga ada 13 kasus kecelakaan lain. Meski diakui dia, jumlah kecelakaan masih tinggi, namun paling tidak sudah cukup berkurang. Tahun lalu Sragen menduduki peringkat kedua dengan jumlah kecelakaan terbanyak di Jawa Tengah. Tahun ini Sragen bisa keluar dari daftar lima besar jumlah kecelakaan terbanyak. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia