Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Lahan Genangan WGM Bisa 2 Kali Panen

11 September 2019, 15: 48: 54 WIB | editor : Perdana

SUBUR: Lahan genangan WGM dimanfaatkan untuk tanam padi, jagung, kacang tanah, dan tembakau.

SUBUR: Lahan genangan WGM dimanfaatkan untuk tanam padi, jagung, kacang tanah, dan tembakau. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Menyusutnya debit air Waduk Gajah Mungkur (WGM) menjadi berkah bagi petani. Lahan genangan dapat ditanami dan bisa dua kali panen.

Sagimin, 70, warga Tenggar, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi mengatakan, sejak Juli lalu sudah mulai menanam padi di lahan WGM. Tepatnya di bekas jembatan kereta api. “Bentar lagi paling panen. Ini air sudah surut, jadi harus pakai disel untuk menyedot air,” jelasnya, Selasa (10/9).

Soal luas lahan, dia tak hafal. Tapi, yang jelas hasil panen cukup lumayan. Sebab, tidak ada pengeluaran yang signifikan saat menggarap lahan. "Lahan tidak nyewa. Paling kalau sudah surut begini baru pakai disel (untuk sedot air),” katanya.

Ditambahkan Sagimin, lahan genangan di sisi atas waduk mampu panen setahun dua kali. Sedangkan di bagian bawah hanya sekali panen. "Kalau yang (lahan) bawah kan awal musim hujan saja sudah tergenang air. Jadi paling hanya sekali tanam," ucap dia. Untuk jenis tanaman yang dipilih petani yakni padi, jagung, kacang tanah, dan tembakau. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Safuan mengatakan, lahan genangan WGM banyak membantu ketersediaan pangan. Setidaknya, lahan yang ditanami per tahun seluas 1.500 hektare. Tersebar di Wonogiri, Nguntoronadi, Eromoko, Baturetno, dan Ngadirojo.

“Untuk hasil panen, kami tidak melakukan penghitungan secara khusus. Sebab, wilayah genangan bukan termasuk lahan pertanian. Kita hanya catat luasnya, umumnya tanam padi dan jagung," ujar dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia