Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Warga Desak Oknum Guru Dimutasi,Jadi Terlapor Kasus Pelecehan Murid SD

11 September 2019, 16: 49: 15 WIB | editor : Perdana

Warga Desak Oknum Guru Dimutasi,Jadi Terlapor Kasus Pelecehan Murid SD

SUKOHARJO – Meskipun telah diselesaikan secara kekeluargaan pada Agustus lalu, warga Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari mendesak pihak terkait segera memutasi S, 54, oknum guru SD yang diduga melakukan pelecehan terhadap salah seorang siswinya.

Desakan warga itu dilakukan dengan mendatangi sekolah berlanjut ke balai Desa Pundungrejo, Selasa (10/9). “Oknum guru memang masih mengajar di SD tersebut. Lalu warga datang menutut guru itu segera dipindahkan," terang Kepala Desa Pundungrejo Supandi.

Menyikapi aspirasi warga, Supandi segera berkoordinasi dengan camat, polsek, dan Koramil Tawangsari. "Kami tampung permintaan warga. Proses mutasi kan butuh waktu," ucapnya. 

Ditambahkan kades, kasus pelecehan yang menjerat S telah rampung sejak Agustus lalu. Tapi warga yang datang ke sekolah dan balai desa menduga masalah tersebut belum rampung. "Kedua belah pihak sudah tanda tangan di atas materai," terang Supandi.

Ditambahkan kades, kasus dugaan pelecehan itu terjadi, Senin (19/8). Ketika itu, Bunga (nama samaran) pulang dari sekolah sekitar pukul 13.30 dan langsung masuk kamar. Karena tidak biasanya bertingkah seperti itu, pihak keluarga menghampiri Bunga untuk menanyakan kondisinya.

Bunga kemudian bercerita bahwa ketika bertanya kepada S tentang materi pelajaran, dia lalu dipangku oleh oknum guru tersebut. "Jadi si murid itu diajari lalu diraba bagian ini….," terang Supandi sembari menunjuk pundak dan bagian dada.

Mendengar cerita Bunga, sang kakek yang tidak terima atas ulah S lalu melapor ke pemerintah desa. Sejak kejadian itu, Bunga langsung dipindah ke SD lain.

Pejabat sementara Kapolsek Tawangsari Iptu Sidi Purnama mengatakan, kasus dugaan pelecehan murid SD tersebut tidak dilaporkan ke polsek. “Hanya tadi (kemarin) diundang camat Tawangsari terkait warga yang datang ke balai desa. Warga punya keinginan yang bersangkutan dimutasikan atau dipindah mengajar," tandas dia.

Terpisah, Camat Tawangsari Joko Windarto mengaku akan menjembatani permintaan warga terkait mutasi S dengan menghubungi pihak dinas pendidikan.

"Besok siang (hari ini) sekitar pukul 12.30 akan kami lakukan koordinasi lagi dengan dinas pendidikan, K3S, pengawas dan kepala sekolah, komite sekolah, perwakilan keluarga, juga pemuka desa. Kita juga akan menghadirkan muspika," pungkasnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia