Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pesta Miras Oplosan di Kampung Beton, 5 Sekawan Meregang Nyawa

12 September 2019, 00: 10: 53 WIB | editor : Perdana

Kerabat menunjukkan foto Budiyono, korban miras oplosan

Kerabat menunjukkan foto Budiyono, korban miras oplosan (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Lirik lagu Oplosan harusnya benar-benar direnungkan mereka yang suka mabuk minuman keras (miras). Korban miras oplosan terus berjatuhan. Termasuk tewasnya lima sekawan setelah mereka pesta miras oplosan di Tanggul Sungai Bengawan Solo. Tepatnya di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres Senin (9/9).

Kelima korban adalah Agilmailanto dan Budiyono alias Ateng, warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Klowor dan Joko Semedi, warga Mojolaban, Sukoharjo. Kemudian, Iput, warga Palur, Jaten, Karanganyar. 

Sri Lestari, 36, keponakan Budiyono alias Ateng menceritakan, pada Minggu (8/9), Ateng menenggak miras oplosan bersama empat rekannya. ”Kemudian, pada Senin (9/9), dia (Ateng) mancing sama teman-temannya. Di situ minum (miras oplosan, Red) lagi,” kata Lestari saat dijumpai di rumahnya di RT 01 RW 01 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Rabu (11/9).

Sepulang dari pesta miras, Ateng sempat diantar warga pulang kerumahnya. Saat itu, Ateng mengeluhkan pusing serta penglihatannya kabur. ”Sempat minta kerokan. Sama kakaknya terus dokerokin. Setelah itu masuk kamar tidur,” tuturnya.

Semalaman itu Ateng tidak keluar kamar dan tidak bersuara. Lestari yang curiga lantas masuk ke kamar Ateng. ”Waktu saya panggil, kok tidak merespons. Setelah saya cek ternyata sudah meninggal. Meninggalnya Selasa (10/9) pagi,” katanya.

Esoknya, Lestari mendapat kabar kalau rekan-rekan Ateng yang ikut pesta miras oplosan juga menyusul menghadap Sang Pencipta. Selasa malam, Joko dan Iput meninggal dunia. Kemudian, pada Rabu (11/9) pagi, Agilmailanto dan Klowor juga meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Dr Moewardi. 

Tetangga Ateng, Agung Santoso, 35, mengatakan, sebelumnya ada seorang penjual yang memberikan sampel miras oplosan kepada para korban. ”Satu botol itu dijadikan sampel saja. Kemudian, korban membeli lagi dan diminum saat mancing di pinggir Bengawan Solo. Penjualnya sudah kabur,” ungkapnya.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan, saat ini kasus sedang dalam pendalam anggota Polsek Jebres. Sejumlah saksi, baik di lapangan maupun di rumah para korban sudah dimintai keterangan. ”Saat ini anggota sedang mencari penjual mirasnya. Infonya warga Jebres juga. Sampel sisa miras sudah kita kirim ke Labfor untuk dicek apa saja kandungan di dalamnya,” papar Andy.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Eko Haryati menuturkan, kadar alkhohol di dalam tubuh dua korban yang meninggal di RSUD Dr Moewardi sangat tinggi. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia