Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Terancam Ditinggal, PKS Tetap Optimistis 

12 September 2019, 14: 17: 31 WIB | editor : Perdana

Terancam Ditinggal, PKS Tetap Optimistis 

SOLO - Politik sangat dinamis. Itulah yang dipegang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespon sinyal dua partai di parlemen, Partai Golkar dan PAN, yang akan merapat ke gerbong PDIP dalam Pilkada 2020. Mereka tetap yakin mendapat partner koalisi dan mengusung calon sendiri.

Ketua DPD PKS Kota Surakarta Abdul Ghofar Ismail menanggapi dingin kabar merapatnya kedua partai tersebut ke Brengosan, kandang PDIP. Menurutnya, hal itu menjadi hak masing-masing partai untuk menentukan arah dukungan dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Ya mangga saja. Itu menjadi kebijakan masing-masing partai yang tidak bisa kita campuri. Tapi kami secara internal tetap ingin mengusung calon melawan kandidat yang diusung PDIP,” katanya.

Ghofar menambahkan, tidak ada suara internal partainya yang ingin bergabung dengan calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih. Untuk mengajukan calon sendiri, PKS sadar jika harus membangun koalisi dengan minimal dua partai. Sebab, PKS hanya memiliki lima kursi dewan, sedangkan untuk mencalonkan wali kota setidaknya harus memiliki sembilan kursi dewan. Selain PKS, ada lima partai yang memiliki kursi di Karangasem, yakni PAN tiga kursi, Partai Golkar tiga kursi, Gerindra tiga kursi dan PSI satu kursi. 

Jika PAN dan Golkar bergabung dengan PDIP maka PKS hanya mendapat tambahan empat kursi dari Gerindra dan PSI. Itu belum cukup. Terlebih partai debutan, PSI memastikan tidak akan pernah berkoalisi dengan PKS. “Tapi politik itu kan dinamis. Kita tidak tahu nanti akhirnya seperti apa,” ujar Ghofar.

Agar bisa mengusung calon wali kota, PKS terus menggencarkan lobi-lobi dengan partai di luar PDIP. Selain untuk menyamakan visi dan misi, lobi juga digunakan untuk menentukan siapa calon yang akan diusung untuk memimpin Kota Solo lima tahun ke depan.

“Kami ngobrol-ngobrol dengan partai lain meskipun nggak resmi-resmi banget. Minimal ada dua parpol yang bisa kita ajak rembuk bareng,” katanya.   

Sementara itu di luar urusan pilkada 2020, DPRD Kota Surakarta segera memiliki pemimpin definitif. Hari ini akan digelar rapat paripurna dengan agenda penetapan calon pimpinan definitif. Rencana acara tersebut digelar di graham paripurna pukul 13.00.

“Sidang akan diikuti oleh pimpinan sementara, anggota dewan, sekwan, kabag di lingkungan setwan, kasubag dan media,” ucap Teguh Prakosa, pimpinan sementara DPRD Surakarta. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia