Minggu, 22 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ribuan Hektare Gagal Panen, Picu Rawan Pangan

12 September 2019, 14: 22: 54 WIB | editor : Perdana

Ribuan Hektare Gagal Panen, Picu Rawan Pangan

WONOGIRI - Gagal panen karena dampak kekeringan berpotensi memicu rawan pangan. Hingga akhir Agustus lalu, ribuan hektare padi dilaporkan gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Safuan mengatakan, setidaknya 1.381 hektare padi sampai akhir Agustus dilaporkan gagal panen. Salah satu pemicunya yakni tidak adanya air karena musim kemarau.

“Sebagian besar di wilayah Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo, Eromoko dan Kismantoro,” kata Safuan, Rabu (11/9).

Menurut Safuan, salah satu sebab gagal panen karena musim kemarau panjang. Sehingga produktifitas tanaman menurun. Kondisi ini memicu terjadinya rawan pangan. ”Laporan wilayah rawan pangan belum masuk. Ini kita kebut, mungkin bulan depan,” ujar Safuan.

Disebutkan Safuan, ada beberapa indikator rawan pangan, seperti persediaan makanan pokok (beras) kurang. Serta kemampuan akses pangan yang rendah. “Musim kemarau, gagal panen menjadikan persediaan pangan kurang, akses membeli pangan juga kurang,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Suwartono mengatakan, pihaknya tengah menghitung data warga yang berpotensi mengalami rawan pangan. Data sementara untuk wilayah-wilayah yang berpotensi rawan pangan yakni di Wonogiri selatan.

“Kita sedang hitung berapa jumlah jiwanya di kecamatan dan desa mana saja,” kata Suwartono. 

Menurut Suwartono, untuk mengatasi rawan pangan, pemerintah akan mengeluarkan Beras Cadangan Pemerintah (BCP). Setidaknya, 100 ton beras akan digelontorkan untuk mengatasi dampak kekeringan yang berpotensi rawan pangan. “Rencananya bulan Oktober 2019 kita keluarkan BCP, ada 100 ton,” katanya.

Alokasinya yakni setiap jiwa per hari mendapatkan 400 gram beras dikalikan  14 hari darurat kebencanaan. Jadi setiap jiwa mendapatkan 5,6 kilogram beras secara gratis.

“Biasanya wilayah yang terancam rawan pangan yakni Giriwoyo, Nguntoronadi, Giritontro, Manyaran, Eromoko, Pracimantoro, Paranggupito dan Kismantoro,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri musim kemarau diperkirakan akan sampai pada akhir November 2019.

“Info dari BMKG, kemarau diperkirakan sampai akhir November, memang sebagian diperkirakan sudah hujan di Wonogiri Timur, tapi baru sebagian kecil dengan intensitas ringan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri Bambang Haryanto. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia