Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hindari Ganggu Fungsi Bendung Tirtonadi

12 September 2019, 14: 45: 05 WIB | editor : Perdana

VITAL: Bendung Tirtonadi akan digarap menjadi objek wisata baru di Kota Bengawan. 

VITAL: Bendung Tirtonadi akan digarap menjadi objek wisata baru di Kota Bengawan.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot berencana mengembangkan Bendung Tirtonadi sebagai destinasi wisata air. Namun, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memberikan catatan agar aktivitas wisata tidak malah mengganggu fungsi utama bangunan.

Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWSBS Heriyantono Waluyadi mengatakan, sejak awal, Bendung Karet Tirtonadi didesain sebagai lokasi tampungan air. Sehingga saat musim hujan elevasi air di sungai-sungai di bawahnya bisa terjaga. Selain itu saat kemarau, air dari bendung karet juga digunakan untuk menggelontor Kali Pepe.

"Tentunya nanti ada pembahasan lebih lanjut soal pemanfaatan bendung untuk wisata air. Yang penting wisata air itu jangan sampai mengganggu fungsi bendung. Apalagi wisata air ini kan fungsi tambahan dari bendung," katanya, Rabu (11/9).

Rencana pemanfaatan Bendung Tirtonadi sebagai lokasi wisata air terus mencuat setelah BBWSBS menyerahkan operasional sejumlah pintu air kepada pemkot. Tapi, khusus Bendung Tirtonadi, BBWSBS hanya berencana menyerahkan operasional lanskap kawasan dan memilih mempertahankan operasional bendung.

"Itu bangunan vital, jadi perlu monitoring secara rutin. Namun untuk lanskap di sekitarnya, termasuk Taman Tirtonadi, dan kebersihan akan diserahkan kepada pemkot," jelasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta Arif Nurhadi menerangkan, ide pemanfaatan Bendung Tirtonadi sebagai destinasi wisata baru dibahas lebih lanjut usai serah terima pengelolaan. "Kami juga masih menunggu selesainya perbaikan dan masa pemelihaaraan," ucapnya.

Sekadar informasi, saat ini, BBWSBS sedang menyelesaikan perbaikan kerusakan jalur pedestrian bendung di sisi utara sepanjang sekitar 100 meter. Kerusakan itu terdeteksi sejak Maret dan perbaikannya ditargetkan rampung bulan ini.

Desain konstruksi pedestrian diubah agar daya topang lebih kuat. Selama tahap finising, kawasan Bendung Tirtonadi masih disterilkan dari aktivitas masyarakat agar perbaikan retakan optimal.

Selama proses perbaikan tidak mengurangi antusiasme masyarakat mengunjungi Bendung Tirtonadi. Khususnya pada sore hingga petang. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia