Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Nilai Direvisi, Satu Cakades Gugur

12 September 2019, 18: 57: 43 WIB | editor : Perdana

Nilai Direvisi, Satu Cakades Gugur

SRAGEN – Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Irianto harus mengubur mimpinya untuk menjadi kontestan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Sragen September mendatang. Pasalnya, namannya dicoret dari pencalonan lantaran ada revisi nilai dari pihak ketiga yang melakukan fit and proper test.

Seperti diketahui, desa yang melebihi lima calon yang mendaftar diwajibkan menggelar test dengan pihak ketiga. Desa Toyogo sendiri ada enam calon. Saat test uji kompetensi, nama Irianto dinyatakan lolos. Namun pada Selasa (10/9) malam nilainya direvisi menjadi yang terendah. Lantas dia diganti dengan calon lain.

Irianto mengaku sangat kecewa terkait hasil revisi dari instansi pihak ketiga yang menggugurkan namanya sebagai cakades. Lantaran pada pengumuman awal, Irianto dinyatakan lolos fit and proper test. Namun hasil revisi mengharuskan dia berhenti berharap jadi kontestan. Irianto didampingi putranya Agus Susilo merasa keberatan jika harus berhenti sebelum bertanding.

”Ingin saya ya lanjut terus. Tetap maju,” keluhnya.

Dia merasa harga dirinya tercoreng akibat keputusan ini. Apalagi sudah memasang fotonya dan silaturahmi serta membentuk kader. Irianto mengaku lepas kontrol saat dirinya dinyatakan gugur. Karena nomor urutnya diambil calon lain yang menggantikan posisinya. ”Saya tidak sangka ada undangan dari panitia. Ternyata digugurkan,” kata dia.

Pihaknya berencana akan melaporkan panitia, pihak ketiga, dan kecamatan Sambungmacan ke penegak hukum terkait masalah yang dialaminya. 

Sementara Ketua Panitia Pilkades Desa Toyogo Sumarno menyampaikan pihaknya sudah berjalan sesuai prosedur. Dia menekankan memang kenyataanya ada perubahan karena ada revisi dari pihak ke tiga.

”Saya jelaskan letak kesalahan bukan panitia. Panitia hanya menyampaikan saja. Itu hasil dari pihak ketiga,” ungkapnya.

Kepala bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Kabag Pemdes Setda) Sragen Hiladawati Aziroh menyampaikan kejadian seperti ini baru pertama kali di Sragen. Permasalahan di Toyogo ini secara kronologi karena ada aduan dari calon dengan nilai terendah.

”Setelah rapat kordinasi diambil kesepakatan, panitia rapat dan merevisi SK terkait bakal calon menjadi calon,” ujar dia.

Dia menjelaskan ada kesalahan nilai uji tes dari pihak ketiga penyelenggara uji kompetensi. Dari nilai Irianto ada kesalahan jumlah akumulasi dari materi 1 sampai 4.

”Kesalahan nilai baru diketahui kemarin dan dilakukan penghitungan kembali, dari nilai awal Irianto dari 24,33 menjadi 19,33 dan itu menjadi nilai terendah,” terangnya.

Soal pihak Irianto ingin mengambil langkah hukum dipersilahkan. Namun yang paling bertanggungjawab terkait revisi nilai ada pada lembaga yang menggelar tes uji kompetensi. ”Kita lihat dulu, tuntutan pada siapa dan nanti kita tindak lanjuti. Ini kesalahan dari pihak ketiga, tidak ada permainan,” bebernya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia