Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

11 Bakal Calon Kepala Desa Rontok

12 September 2019, 19: 08: 46 WIB | editor : Perdana

HARUS FAIR: Penetapan cakades di Sambiharjo kemarin. Lebih dari 400 cakades akan bertarung pada 25 September mendatang.

HARUS FAIR: Penetapan cakades di Sambiharjo kemarin. Lebih dari 400 cakades akan bertarung pada 25 September mendatang. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Sebanyak 11 bakal calon (balon) kepala desa (kades) dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Otomatis mereka tak bisa mengikuti penetapan calon kades (cakades) yang dilakukan serentak di 186 desa, Rabu (11/9). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Semedi Budi Wibowo melalui

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Zyqma Idatya Fitha menerangkan, hingga Rabu (11/9) pukul 16.00, ada 11 dari 475 balon kades yang tidak ditetapkan sebagai calon kepala desa. Mereka terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan. “Hingga batas akhir seleksi berkas, syarat-syaratnya kurang tidak lengkap," ujarnya.

Balon kades yang tidak lolos seleksi itu dua di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak mendapatkan izin dari bupati Wonogiri. Izin dari bupati merupakan salah satu syarat bagi ASN yang mendaftar sebagai kepala desa.

"Mereka berasal dari Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono dan Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro," katanya.

Ditambahkan Fitha, pada Pilkades 2019 ini tidak ada seleksi tambahan. Karena dari 186 desa tidak ada cakades yang lebih dari lima orang. 

Sekadar informasi, sesuai Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 46 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Wonogiri Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Wonogiri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengesahan dan Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa, diatur syarat-syarat pencalonan kepala desa. Setidaknya ada 17 syarat wajib dan tiga syarat tambahan.

Pada pasal 22 disebutkan bahwa cakades yang memenuhi syarat berjumlah minimal dua orang dan maksimal lima orang. Dalam pasal 24 diatur bila ada balon kades lebih dari lima orang, panitia pilkades dapat melakukan seleksi tambahan dan menetapkan hanya lima cakades berdasarkan peringkat hasil seleksi tambahan menggunakan kriteria pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan, usia dan hasil ujian tertulis.

Bila sudah ditetapkan sebagai cakades lalu mengundurkan diri ikut Pilkades pada 25 September mendatang dapat dikenakan pidana. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia