Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Peracik Miras Oplosan yang Tewaskan 5 Orang Serahkan Diri

12 September 2019, 19: 50: 47 WIB | editor : Perdana

Kerabat menunjukkan foto Budiyono, korban miras oplosan (Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo)

Kerabat menunjukkan foto Budiyono, korban miras oplosan (Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo)

Share this      

SOLO - Setelah sempat diburu polisi, SS, peracik dan penjual miras oplosan maut akhirnya menyerahkan diri, Kamis (12/9). Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus miras oplosan yang menewaskan lima orang itu dengan melakukan penyelidikan terhadap pelaku. 

”Kita juga masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit. Termasuk hasil uji labfor untuk mengetahui pasti kadar miras tersebut,” papar Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai.

Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli menambahkan, SS memang mengoplos miras sendiri. Kemudian, dia menjual miras oplosan itu kepada salah satu korban. Yang kemudian diminum oleh kelima korban sebelum mereka tewas.

”Dia mengoplos miras dengan berbagai macam minuman. Lalu, dibeli oleh salah satu korban dan diminum bersama-sama di tepi sungai,” ujar dia.

Sementara itu, Danang, salah seorang tetangga korban Budiyono alias Ateng mengatakan, lima sekawan tersebut memang terkenal suka mengkonsumsi miras. Bahkan, mereka setiap hari minum miras jenis ciu.

”Minggu (8/9) kemarin mereka dikasih sampel miras oplosan. Kalau kami menyebutnya miras anggi. Mereka diberi miras itu dengan alasan sampel setelah diracik. Pada Senin (9/9), mereka lanjut minum miras sampel itu. Yang jelas miras itu bukan ciu. Kalau ciu, mereka semua sudah terbiasa,” ujar Danang.

Kala itu, pelaku peracik miras tidak ikut minum. Danang yang sempat melihat miras sampel itu menuturkan, minuman haram tersebu berwarna cokelat. Saat dikocok, miras menyerupai kecap manis.

Diberitakan sebelumnya, lima sekawan tewas setelah minum miras oplosan sembari memancing di tepi Sungai Bengawan Solo, Senin (9/9). Tepatnya di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres. 

Mereka adalah Agilmailanto dan Budiyono alias Ateng, warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Klowor dan Joko Semedi, warga Mojolaban, Sukoharjo. Serta Supardi alias Iput, warga Palur, Jaten, Karanganyar.

Ateng meninggal pada Selasa pagi (10/9). Malamnya, Joko dan Iput juga meninggal dunia. Kemudian, pada Rabu pagi (11/9), Agilmailanto dan Klowor meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia