Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Wonogiri Darurat Bencana Kekeringan, Delapan Kecamatan Krisis Air

13 September 2019, 13: 01: 19 WIB | editor : Perdana

Wonogiri Darurat Bencana Kekeringan, Delapan Kecamatan Krisis Air

WONOGIRI - Kemarau telah membawa dampak serius bagi sebagian daerah Wonogiri. Pemkab setempat menetapkan darurat kekeringan. Akhir pekan ini, distribusi air bersih akan segera dilakukan ke daerah terdampak kekeringan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek) mengatakan, pemkab mengambil langkah-langkah strategis dengan mengeluarkan satu surat dalam bentuk darurat kekeringan. “Selama ini kami mempunyai dana tidak terduga yang tidak termanfaatkan. Ini bisa digunakan. Tadi saya sudah koordinasi dengan BPBD bahwa besok (hari ini) mulai penyaluran bantuan (air bersih),” kata Jekek, Kamis (12/9).

Menurut Jekek, dana tidak terduga yang digelontorkan untuk mengatasi darurat kekeringan sekitar Rp 970 juta. Sasarannya di wilayah Wonogiri selatan yang selama ini belum terintervensi oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) maupun sistem instalasi dari pemerintah. Mereka akan di-support air bersih melalui tangki.

“Kebijakan ini menjawab solusi kekeringan jangka pendek bagi masyarakat Wonogiri selatan,” katanya.

Secara rutin enam truk tangki akan mendistribusi air bersih kepada warga. Menurut Jekek, ini adalah kebijakan yang konstruktif, bukan pencitraan. “Data yang kami miliki, ada delapan kecamatan. Tapi yang paling fokus nanti di Parangupito, Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro dan sebagian kecil Eromoko,” kata Jekek.

Musim kemarau juga berimbas kekurangan pangan. Namun, pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah strategis. “Kekurangan pangan sudah koordinasi dengan provinsi bagaimana memberikan stimulan bantuan beras dan kebutuhan pokok lain secara berkala. Tapi, paling penting saat ini kita fokuskan pemenuhan kebutuhan air bersih. Sebab, ini paling mendasar,” ujarnya.

Lebih detail, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan bahwa dalam Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 271/2019 tentang Penetapan Status Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Wonogiri 2019 disebutkan, masa tanggap darurat kekeringan mulai 1 Agustus sampai 31 Oktober 2019. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo pada 26 Agustus 2019.

“Sampai 31 Oktober 2019, tapi masih bisa diperpanjang,” kata Bambang.

Dalam keputusan tersebut, setidaknya delapan kecamatan terdampak kekeringan. Dan ditetapkan sebagai darurat bencana kekeringan. Di antaranya Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo, Eromoko, Nguntoronadi, Manyaran, dan Selogiri. Ada 36 desa. Terdiri dari 12.361 KK atau 45.627 jiwa. Wilayah yang sudah mendapat bantuan air bersih ada 30 desa. Terdiri 8.214 KK atau 27.253 jiwa. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia