Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Komplotan Curas Solo-Demak Digulung

13 September 2019, 14: 47: 12 WIB | editor : Perdana

LINTAS DAERAH: Kapolres Sukoharjo AKPB Iwan Saktiadi tunjukkan barang bukti kasus curas, Kamis (12/9).

LINTAS DAERAH: Kapolres Sukoharjo AKPB Iwan Saktiadi tunjukkan barang bukti kasus curas, Kamis (12/9). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO, Radar Solo – Polres Sukoharjo berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang terdiri dari delapan orang. Mereka terbagi dalam dua komplotan, yakni Solo dan Demak.

Modus yang digunakan yakni mengiming-imingi targetnya dengan janji dapat menggandakan uang. Ketika korban datang, uang dirampas. Terbaru, komplotan ini menggasak uang tunai Rp 30 juta.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menerangkan, korban merupakan warga Malang, Jawa Timur. “Curas ini berawal dari kesepakatan penggandaan uang. Korban menghubungi pelaku lewat telepon untuk bertemu,” jelasnya di Mapolres Sukoharjo kemarin (12/9).

Komplotan curas diotaki Siswanto alias Wanto alias Agung Handoko, 50, warga Sanggrahan, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Kali pertama korban bertemu Wanto di Pasar Klewer. Pertemuan berlanjut di Jalan Proklamasi, Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo.

Terbujuk rayuan Wanto, korban membawa uang tunai Rp 30 juta untuk digandakan. Apes, bukannya jumlahnya berlipat, dalam perjalanan ke lokasi yang telah ditentukan, uang tersebut dirampas komplotan Wanto.

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Berdasarkan ciri-ciri pelaku yang dikenali korban, para tersangka dibekuk di Demak dan wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Pelaku komplotan Demak terdiri atas Haryanto Boneng, Teguh Andriyanto, Eko Prasetyo, dan Eko Budiarto. Sedangkan komplotan Solo masing-masing Sihwanto alias Wanto, Tri Haryanto, Warno alias Andi, serta Bambang Andriyanto. 

Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu unit mobil rental merek Avanza nopol H 9232 RE untuk beraksi, Innova nopol N 1309 JK milik korban, satu buah celana, satu kaus oblong, dua tas slempang, satu unit handphone, satu kemaja, satu tas ransel, serta 24 lembar uang pecahan Rp 100 ribu.

Sementara itu, Wanto mengaku sudah beraksi selama dua bulan. “Ide (melakukan curas) muncul sendiri, spontan,” ujarnya. Sebelumnya, dia dan komplotan juga mengincar korban lain di Pekalongan namun gagal karena target tak datang ke lokasi yang ditentukan. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia