Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pengakuan Peracik Miras Maut, Oplos Alkohol 96 Persen & Bahan Jamu

13 September 2019, 20: 14: 09 WIB | editor : Perdana

Pelaku peracik miras oplosan (baju biru tahanan) bersama barang bukti di Mapolresta Surakarta

Pelaku peracik miras oplosan (baju biru tahanan) bersama barang bukti di Mapolresta Surakarta (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Peracik minuman keras (miras) oplosan maut yang menewaskan lima orang akhirnya ditahan pihak kepolisian. Pelaku Sigit Seno Susanto, 46, mengaku telah mengoplos alkohol 96 persen dengan berbagai bahan.

Bahan oplosan itu di antaranya air mineral, air buah kawis, pewarna makanan jenis kue, dan  jamu pahitan. Seperti adas pulowaras, kayu secang, dan kapulogo. Miras racikannya itu dijual seharga Rp 40 ribu - Rp 50 ribu untuk 1,5 liter. Serta Rp 20 ribu untuk ukuran 600 mililiter.

”Saya biasa pakai racikan ini. Sebelum mereka (para korban, Red) minum, sampelnya juga saya minum sendiri dan tidak apa-apa,” ucap Sigit saar gelar kasus di Mapolresta Surakarta, Jumat (13/9).

Dia pun tak menyangka jika oplosan racikannya bisa menewaskan lima orang. Mereka adalah Agilmailanto dan Budiyono alias Ateng, warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Klowor dan Joko Semedi, warga Mojolaban, Sukoharjo. Serta Supardi alias Iput, warga Palur, Jaten, Karanganyar.

Ateng meninggal pada Selasa pagi (10/9). Malamnya, Joko dan Iput juga meninggal dunia. Kemudian, pada Rabu pagi (11/9), Agilmailanto dan Klowor meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi

Diakui Sigit, kelima korban itu sudah sering memesan miras racikannya. Sehingga begitu tahu mereka tewas karena minum miras racikannya, Sigit langsung menyerahkan diri pada pihak berwajib. ”Saya juga tidak tahu kok bisa seperti ini, mereka (korban, Red) ini juga teman saya,” ucap Sigit.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan, Sigit sudah ditetapkan sebagai tersangka. ”Tersangka dijerat dengan Pasal 196 UU No. 36 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara hingga seumur hidup,” jelas Andy.

Selanjutnya, polisi masih akan menempuh berbagai langkah lanjutan guna memastikan penyebab kematian korban. Seperti bedah mayat kelima korban miras, uji labfor sisa miras oplosan, dan memeriksa saksi-saksi lain. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia