Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

Joko Triyanto, Penemu Bone Filler Berfungsi Perbaiki Tulang Rusak

14 September 2019, 15: 18: 14 WIB | editor : Perdana

TEROBOSAN: Joko Triyanto menunjukkan bone filler yang berguna untuk memperbaiki tulan rusak. 

TEROBOSAN: Joko Triyanto menunjukkan bone filler yang berguna untuk memperbaiki tulan rusak.  (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

Share this      

Saat patah tulang, dunia medis membutuhkan bone graft atau material tiruan untuk memperbaiki atau menggantikan tulang yang rusak. Material tiruan itu biasa disebut bone filler. Fungsinya, mengisi tulang. Selama ini, material itu masih impor. Harganya pun cukup mahal. Namun kini di Solo sudah ada penemuan itu.

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

RUMAH Sakit Orthopedi Dr Soeharso Solo mencatat pada 2010 terdapat 4.537 pasien patah tulang. Jika satu pasien saja membutuhkan 5 cc material bone graft, maka kebutuhannya mencapai 22.685 cc per tahun. Jumlah tersebut setara dengan Rp 7,2 miliar. 

Berdasarkan katalog obat yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk dosis 5 cc material bone graft seharga Rp 1.750.000. “Bayangkan, berapa anggaran yang bisa dihemat jika menggunakan produk lokal buatan negara sendiri?” kata dosen Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Joko Triyanto di lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) setempat, kemarin.

Kondisi tersebut ditangkap dengan baik oleh Joko. Bersama rekan dosen dari berbagai lintas disiplin ilmu, dia mengembangkan material bone filler dari tulang sapi. Produk itu diberi nama Semar Bone Graft. Selama ini, tulang sapi yang berakhir menjadi limbah. Namun Joko dan tim peneliti berhasil menciptakan produk lokal material pengisi tulang dengan harga sangat terjangkau.

“Mengapa tulang sapi? Karena struktur mikro tulang sapi mirip dengan tulang manusia. Ini cukup kompatibel dan bisa diterima tubuh. Produk ini sudah kami uji coba secara in vivo terhadap hewan, dan bisa berfungsi sama dengan produk sejenisnya yang biasanya diimpor dari luar negeri. Hasilnya tidak ada peradangan, tidak ada infeksi, dan ada tulang yang tumbuh,” ungkapnya.

Joko menjelaskan bone filler dibutuhkan untuk berbagai kasus patah tulang yang ditangani di rumah sakit. Baik dalam kasus bone loss, atau tulang hilang. Operasi old fracture, atau fraktur yang traumanya lebih dari dua minggu. Maupun fraktur yang dinyatakan tidak menyambung setelah diterapi lebih dari enam bulan. “Itulah alasannya kebutuhan bone graft sangat besar,” sambungnya.

Joko dan rekan dosen UNS mengembangkan bone filler dari tulang sapi, atau xenograft, ini mengambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo. Prosesnya, melewati beberapa tahapan. Pemilihan bahan tulang sapi yang masih segar. Tulang tersebut kemudian diproses demineralisasi dan deproteinisasi. Dengan kata lain, menghilangkan kandungan mineral dan protein di dalam tulang.

“Caranya, tulang dijemur di bawah sinar matahari. Kemudian tulang direbus dengan air mendidih. Kemudian tulang dipotong dan dipanaskan di dalam oven dengan suhu tinggi selama dua jam. Serta dilakukan proses sterilisasi bahan,” sambungnya.

Dengan produk ini, penggunaan material bone graft sebanyak 10 cc hanya seharga Rp 400 ribu. Biaya ini jauh lebih murah ketimbang material yang bisa diimpor rumah sakit. Selain itu, material bone graft impor juga terbuat dari bahan sintetis atau bahan kimia. Kelebihan lainnya, produk ini juga sudah masuk e-catalog.lkpp.go.id.

“Sampai saat ini belum ada produk lokal yang masuk dalam e-catalog.lkpp.go.id. Semar Bone Graft sudah masuk di dalamnya. Sehingga bisa sebagai syarat produk yang dapat diklaimkan BPJS,” ujarnya. (*/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia