Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Kejurprov Wushu PMS Open, Gagal Juara Umum Karena Regulasi

14 September 2019, 15: 57: 50 WIB | editor : Perdana

LEGA: Kontingen Kota Solo yang terjun di kejurprov wushu PMS Open yang digelar di gedung PMS.

LEGA: Kontingen Kota Solo yang terjun di kejurprov wushu PMS Open yang digelar di gedung PMS. (PENGKOT WUSHU SOLO FOR RASO)

Share this      

SOLO – Kontingen Kota Solo yang terjun di ajang kejuaraan provinsi (Kejurprov) wushu bertajuk PMS Open berhasil meraiah 21 emas, 11 perak dan 14 perunggu. Sayang karena adanya regulasi, peluang untuk menjadi juara umum ternyata gagal tercapai.

Di klasemen akhir, Kota Solo finis di posisi ketiga, dengan raihan 9 emas, 9 perak dan 12 perunggu. Mereka kalah dari kontingen Sasana Garuda Emas Semarang yang mendulnga 13 emas, 8 perak dan 1 perunggu, disusul Sasana Sri Sinduadi Jogja di tempat kedua dengan raihan 10 emas, 11 perak dan 7 perunggu.

“Karena adanya regulasi minimum tiga peserta setiap pertandingan dan harus terisi dari tiga kontingen berbeda. Maka Wushu Kota Solo kehilangan 12 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Soalnya itu diputuskan tidak dihitung dalam akumulasi juara umum. Kami mohon maaf belum bisa membawa Wushu Kota Solo sebagai juara umum,” ucap Sekretaris Pengkot Wushu Kota Solo, Hananto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Kontingan Wushu Kota Solo sendiri adalah gabungan dari tiga sasana wushu. Yakni Sasana Wushu PMS, Sasana Wushu Purwa Aldaka dan Sasana Wushu Eagle Fist. Dia mengakui kalau real-nya wushu Kota Solo jadi  kontingen yang memperoleh medali emas terbanyak. Tapi karena kena regulasi akumulasi, jadi tidak jadi juara umum. Ini memang regulasi tandar pertandingan Wushu Nasional.

”Kita saat daftar pun juga tidak akan tahu berapa yang akan ikut dalam setiap kelas,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia