Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

27 Persen Bengawan Solo Tercemar Berat

15 September 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Perdana

SUMBER KEHIDUPAN: Debit air Sungai Bengawan Solo yang terus menyusut dan tercemar sulitkan PDAM Surakarta olah air baku.

SUMBER KEHIDUPAN: Debit air Sungai Bengawan Solo yang terus menyusut dan tercemar sulitkan PDAM Surakarta olah air baku. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Seiring kemarau panjang, tingkat pencemaran di Sungai Bengawan Solo kian tampak. Hasil pendataan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), 27 persen daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo mengalami pencemaran berat. Sedangkan sisanya masih kategori ringan.

Pencemaran berat diketahui dari hasil pengamatan di 28 titik sungai dari hulu sampai hilir Bengawan Solo. Termasuk sejumlah anak sungai.

“Kalau musim hujan, pencemaran tidak terlihat karena air mengalir deras. Tapi, pada musim kemarau seperti sekarang pencemaran sangat jelas terlihat,” urai Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWSBS Wahyu Kusumastuti, Sabtu (14/9).

Soal penyebab pencemaran, Wahyu belum bisa memastikan. Sampel air masih diuji lab. Tapi pada kasus sebelumnya, limbah etanol masuk sungai muaranya dari hulu wilayah Mojolaban, Sukoharjo yang dikenal sebagai daerah sentra pembuatan ciu.

Berkaca pada kondisi tersebut, BBWSBS berharap kepada pemerintah daerah yang diintasi aliran Sungai Bengawan Solo berperan aktif menjaga kelestarian sungai. Sebab, masalah pencemaran tidak bisa diselesaikan secara parsial. Harus menyeluruh, melibatkan banyak elemen.

Di lain sisi, kemarau panjang memengaruhi kinerja instalasi Pengolahan Air (IPA). Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM Toya Wening Surakarta saat ini menyebut dari tiga IPA hanya bisa mengolah air sebanyak 60 persen. "Air baku kami berasal dari Sungai Bengawan Solo. Karena debit air turun drastic dan tercemar limbah, pengolahan air bersih tidak maksimal,” ujar Direktur Teknik Perumda Toya Wening, Tri Atmaja Sukomulyo.

Ada tiga IPA yang dimiliki PDAM Surakarta, yakni IPA Semanggi, IPA Jurug, dan IPA Jebres. Kapasitas ketiga IPA tersebut sebanyak 210 liter per detik. Tri berharap hujan segera datang agar  debit Sungai Bengawan Solo kembali normal. "Kami juga telah menggelar mengadakan salat Istisqa untuk meminta hujan,” tuturnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia