Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Keris Presiden Kiai Tengara pun Ikut Dikirab

16 September 2019, 10: 41: 31 WIB | editor : Perdana

WARISAN BUDAYA: Kirab 1001 keris di area car free day Jalan Slamet Riyadi menyedot perhatian masyarakat kemarin. Wali kota dan forkompimda pun ikut kirab.

WARISAN BUDAYA: Kirab 1001 keris di area car free day Jalan Slamet Riyadi menyedot perhatian masyarakat kemarin. Wali kota dan forkompimda pun ikut kirab. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Masyarakat yang penasaran dengan keris Kiai Tengara akhirnya bisa terpuaskan di car free day (CFD) kemarin (15/9). Keris hibah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menjadi memang dikeluarkan sebagai ikon kirab 1001 keris. Terlihat pusaka tersebut ditandu sepanjang jalan kirab.

Rute kirab dimulai dari depan Loji Gandrung, lalu meyusuri Jalan Slamet Riyadi, kemudian masuk Jalan Museum dan belok kanan masuk Jalan Kebangkitan Nasional. Kemudian berakhir di Jalan Bhayangkara saat keris masuk kembali ke Museum Keris.

Tampak keris diletakkan di atas jodang yang dibawa beberapa orang berpakaian putih. Jodang berhiaskan janur dan kain merah putih. Salah satu pengiring memayungi keris itu dari terik matahari. Masyarakat yang mengerumuni terlihat mengambil foto keris tersebut dengan kamera smartphone.

Beberapa empu keris asal Solo turut berjalan mengiringi keris Jokowi. Di belakang barisan keris Jokowi, terlihat rombongan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Sekda Surakarta Ahyani dan Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai serta unsur pejabat lain.

Tidak hanya itu, kemarin Museum keris kembali mendapat dua hibah keris dari masyarakat. Di penghujung acara, terlihat seluruh unsur Forkompimda Surakarta belajar menempa keris dari para empu museum.

Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Didik Sunaryono mengatakan, kirab diikuti lebih dari 1.000 orang. Mereka berasal dari pegawai Pemkot Surakarta, perwakilan kelurahan, perhotelan, perbankan, siswa sekolah dan mahasiswa.

“Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di bulan Sura, bulan kebudayaan. Keris yang biasanya hanya dipajang, kali ini dikirab di jalan,” katanya.

Empu Totok Brojodiningrat yang ikut dalam kirab mengatakan keris Kiai Tengara hibah dari presiden memiliki lima luk atau lekuk yang menyimbolkan Pancasila. Kemudian dengan ornamen liman bersayap. Liman adalah gajah.

“Gajah itu simbol ganesha atau ilmu pengetahuan, sedangkan sayap memiliki maksud melanglangbuana. Kiai Tengara sendiri berarti pertanda bebunyian supaya kita selalu siap, selalu tanggap,” katanya.

Sementara itu, wali kota mengatakan, kegiatan tersebut merupakan cara pemkot melestarikan warisan budaya. Selain kirab, masyarakat juga diajak menyaksikan pameran di Museum Keris. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia