Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kendaraan Masih Nekat Parkir di Lokasi Terlarang

Digempok Tak Kapok, Sanksi Lebih Tegas

16 September 2019, 11: 31: 49 WIB | editor : Perdana

Kendaraan Masih Nekat Parkir di Lokasi Terlarang

SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta sudah berulangkali sosialisasi terkait lokasi larangan parkir. Bahkan sanksi berupa derek hingga gembok sudah diterapkan. Namun, masih saja ada pengendara roda empat nekat parkir di lokasi terlarang.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Surakarta Henry Sagara mengatakan, petugas masih mendapati kendaraan roda empat parkir sembarangan. Seperti di ruas Jalan Bhayangkara, di khususnya di kawasan Stadion Sriwedari. Kemudian kawasan Pasar Klewer, serta jalur lambat Jalan Kolonel Sutarto.

“Yang paling sering dan kerap menjadi masalah parkir di Jalan Mayor Sunaryo, tepatnya di depan BTC (Beteng Trade Center). Menjadi masalah karena kendaraan diparkir di atas rel. Otomatis ketika ada kereta lewat dari arah barat atau sebaliknya jadi terhalang,” urai Henry.

Ditambahkan Henry, petugas di lapangan dibantu masyarakat kerap menggotong kendaraan agar tidak menghalangi kereta yang akan melintas. Padahal sudah jelas di lokasi itu ada tanda larangan parkir. “Kan sudah ada area parkir resmi di kawasan Beteng dan Gazebo. Kok masih nekat parkir di atas rel,” jelasnya.

Henry menuturkan, alasan masyarakat parkir kendaraan sembarangan karena lokasi parkir resmi sudah penuh. Padahal, ketika ditanyakan ke juru parkir, sebenarnya parkir masih tersedia. “Itu alasan saja. Makanya ke depan kami akan semakin gencar menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan,” ujarnya. 

Disinggung soal jukir bermasalah, Henry menuturkan, sejauh ini jukir sudah tertib. Terakhir aduan masuk dari masyarakat terkait jukir di Pasar Depok. Jukir itu memberikan karcis parkir roda empat kepada pengendara sepeda motor.

“Itu kasusnya karcis parkir motor habis. Makanya dikasih karcis mobil. Tapi tarifnya tetap tarif karcis motor. Kami sudah bertemu jukir itu dan sudah diberi surat peringatan pertama,” paparnya.

Agar kejadian serupa tidak terjadi, dia sudah mengimbau kepada para pengelola parkir untuk menyetok karcis parkir. Tidak perlu menunggu sampai stoknya menipis.”Terutama mereka yang parkir di pusat perbelajaan dan wisata. Di mana pada akhir pekan banyak membutuhkan karcis karena kendaraan yang datang banyak,” ujar Henry. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia